Kamis, 12 Februari 2015

Manfaat dan Khasiat Penyembuhan (lanjutan)


2.5 Peluruh Lemak (Kolesterol Jahat)

Bahaya Kolesterol Jahat (LDL)
Kelor telah lama digunakan dalam tradisi medis Ayurvedic dari India untuk memerangi penyakit kardiovaskular dan obesitas atau kegemukan. Kolesterol merupakan elemen penting dalam membangun dan memperbaiki sel-sel dalam tubuh. Pada dasarnya, ada dua tipe dasar kolesterol yaitu Lipoprotein low-density (LDL) dan high-density(HDL). Masing-masing memainkan peran yang sangat berbeda dalam menjaga kesehatan fisik. HDL membantu menghilangkan timbunan lemak dari aliran darah, meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang sehat dan mempromosikan arteri.

Sedangkan LDL yang lebih dikenal sebagai kolesterol jahat dan memiliki hampir efek berlawanan pada tubuh, menyebabkan timbunan lemak terbentuk dalam pembuluh darah dan berkontribusi terhadap penyakit jantung, stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Sel darah putih dalam aliran darah mencegah serangan LDL yang menyebabkan peradangan dan memburuknya penyumbatan yang disebabkan oleh kolesterol.

Peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit pembuluh darah dan atheroschlerosis serta arteriosclerotic yang merupakan penyakit kardiovaskular. Selain itu, LDL telah diketahui menjadi penyebab berkurangnya sistem kekebalan tubuh yang menjadi ancaman signifikan terhadap kesehatan dan kebugaran.

Mengontrol tingkat LDL dalam darah dan sistem peredaran darah sangat penting untuk memperpanjang hidup dan meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, terutama pada individu yang sebagian besar menderita kelebihan berat badan atau obesitas.

Banyak makanan yang menjadi penyebab meningkatnya kadar LDL dalam aliran darah. Namun, studi medis menunjukkan bahwa 80% dari hasil produksi kolesterol justru berasal dari dalam tubuh itu sendiri, terutama dalam hati selama pemecahan makanan. Sementara mempertahankan kolesterol yang sehat, diet rendah lemak sangat membantu dalam mengurangi kolesterol, namun perubahan pola makan saja biasanya tidak cukup untuk mengelola kadar kolesterol jahat secara efektif.

Kelor dan kolesterol

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2000 menunjukkan bahwa penurunan yang signifikan dalam kadar kolesterol jahat pada tikus di laboratorium, terjadi saat serbuk Kelor ditambahkan kedalam makanan normal mereka sehari-hari. Percobaan ini memperbandingkan dampak pada tikus yang diberi diet tinggi lemak serta diet standar, hasilnya menunjukan pemberian daun Kelor berdampak sangat nyata pada menurunya kadar kolesterol secara keseluruhan.

Kelompok kontrol juga diberi diet normal dan tinggi lemak, namun tidak
menunjukkan pengurangan LDL dalam serum darah tikus tersebut. Hasil ini memberikan bukti konkret untuk membenarkan klaim yang dibuat oleh tenaga medis Ayurvedic selama berabad-abad, yang menyatakan bahwa daun Kelor menawarkan perlindungan terukur terhadap penumpukan kolesterol jahat dalam darah.

Hasil Uji Coba the Lipid Research Clinics Primary Prevention yang diterbitkan pada 1984, menunjukkan bahwa pengurangan secara keseluruhan kadar kolesterol dalam darah memiliki efek langsung dan terukur pada jumlah kasus baru dari penyakit jantung dan angina. Dalam istilah awam, mengurangi kolesterol juga mengurangi kemungkinan penyakit jantung yang serius. Bahkan, mengurangi kadar kolesterol jahat sebesar 25% dapat menghasilkan pengurangan tingkat serangan jantung, stroke dan kolesterol lainnya yang berhubungan dengan penyakit sebanyak 50%.

Fakta ini membuat pengurangan kolesterol menjadi tujuan utama dalam mencapai hasil yang lebih baik bagi pasien yang mungkin cenderung mengalami kondisi tersebut. Memasukkan suplemen Kelor ke dalam bahan makanan sehari-hari bagimereka yang telah didiagnosis dengan kadar LDL tinggi, dapat memberikan penyembuhanyang signifikan.
Bukti bahwa daun Kelordapat memerangi kolesterol jahat (LDL) sangat banyak. Dengan menjadikan daun Kelorsebagai asupan suplemen alami sehat setiap hari, kita dapat melindungi diri dari efek kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah. Bahkan, lebih efektif dengan tanpa adanya perubahan besar pada gaya hidup lainnya.


2.6. Atasi Asam Urat dan Nyeri Sendi (Rheumatik)

Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin dalam tubuh manusia yang tidak memiliki fungsi fisiologis, yang dianggap sebagai produk buangan yang dapat menimbulkan peradangan ketika melebihi batas normal (Wibowo, 2004). Batas normal kadar asam urat dalam darah manusia menurut Wiryowidagdo (1966) secara umum untuk laki-laki dewasa berkisar antara 3,5-7,2 mg/dl dan untuk perempuan 2,6-6,0 mg/dl.

Pada kondisi patofisiologis dapat terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal yang disebut hiperurisemia. Menurut Wibowo (2004) hiperurisemia dapat disebabkan oleh tingkat produksi asam urat yang berlebih, ekskresi asam urat melalui ginjal yang berkurang, atau kombinasi keduanya. Hiperurisemia dapat menyebabkan deposisi kristal asam urat pada persendian sehingga menimbulkan rasa nyeri dengan gejala bengkak merah, dikenal dengan istilah gout atau arthritis pirai.

Hiperurisemia merupakan salah satu jenis penyakit rheumatik yang gejalanya dapat diketahui dengan mudah, diantaranya rasa nyeri pada persendian. Rasa nyeri pada persendian berkaitan erat dengan aktivitas jaringan penyambung dan metabolisme sistem muskuloskeletal. Meskipun tidak menimbulkan kematian, kerugian yang ditimbulkan penyakit ini berdampak pada sistem ekonomi karena kemampuan fisik yang menurun.

Penderita penyakit ini ditemui pada beberapa daerah di Indonesia, diantaranya hasil penelitian yang dilakukan Silvia (1985) yang menyebutkan bahwa hiperurisemia dan gout di Indonesia persentasenya sangat tinggi, terutama masyarakat Jawa dan Sulawesi Selatan yang berdomisili di pesisir, dengan kebiasaan harian masyarakatnya mengkonsumsi alkohol dan ikan laut. Sedangkan menurut Darmawan (1998) di Jawa Tengah pada tahun 1989 diantara 4.683 orang berusia 15 - 45 tahun yang diteliti, ditemukan 8% menderita asam urat tinggi (7,5% pria dan 0,5% wanita).

Hiperurisemia dan gout umumnya menyerang laki-laki, dan laki-laki gemuk mempunyai kecenderungan lebih tinggi terserang penyakit tersebut. Persentase penyakit hiperurisemia dan goutmenyerang laki-laki sangat tinggi dibandingkan perempuan yang baru muncul setelah menopause. Hal ini disebabkan pada perempuan disekresikan hormon reproduksi (estrogen dan progesteron) yang ikut membantu pembuangan sisa metabolisme tubuh (Wibowo, 2004).

Menurut Guyton (1996) hormon reproduksi yang membantu proses pembuangan tersebut merangsang perkembangan folikel yang mampu meningkatkan kecepatan proliferasi sel, menghambat keaktifan sistem pembawa pesan kedua siklus adenosin monofosfat (cAMP). CAMP menurut Soewolo (2000) diduga dapat mengaktifkan enzim protein kinase yang mempercepat aktivitas metabolik, diantaranya metabolisme purin dan pirimidin.

Pemicu Asam Urat dan Pencegahannya

Makanan yang memicu terbentuknya asam urat melebihi kadar normal dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Pertama, makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100gr makanan) adalah diantaranya hati, ginjal, otak, jantung, udang, remis, kerang, sarden, ekstrak daging (abon, dendeng), tape dan alkohol.
Kedua, makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/ 100 gram makanan) yaitu daging sapi, kerang, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya dan kangkung.
Ketiga, makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu dan telur (Wibowo, 2004).

Pengobatan dan pencegahan hiperurisemia yang sudah ada dilakukan dengan mengurangi tingkat produksi asam urat atau meningkatkan ekskresinya. Dua jenis obat yang digunakan untuk terapi hiperurisemia adalah obat urikosurik dan penghambat enzim xanthine oksidase. Obat obat urikosurik bekerja meningkatkan kebersihan ginjal dari asam urat dengan menghambat reabsorbsi tubular asam urat di ginjal. Kekurangan dari obat urikosurik ialah perlunya alkalinasi urin yang dikontraindikasikan pada pasien penderita kelainan fungsi ginjal.

Sekarang, hanya allopurinol yang masih diperbolehkan digunakan untuk mengurangi produksi asam urat. Allopurinol diberikan ketika obat urikosurik tidak berhasil mengurangi kadar asam urat darah sampai di bawah 7 mg/dl atau jika pasien intoleran terhadap obat urikosurik. Namun, allopurinol dapat menyebabkan efek samping seperti nefropati dan reaksi alergi, sehingga diperlukan obat hiperurisemik yang memiliki efektivitas dan keamanan lebih tinggi (Schlesinger, 2002).

Kelor, Obat Alami Asam Urat

Kelor sudah sejak lama dikenal dan digunakan sebagai alternatif alami yang dapat mengurangi rasa nyeri pada persendian. Pemanfaatan tanaman Kelor, terutama daun dan akar sering digunakan sebagai alternatif alami pengobatan rheumatik dan encok. Beberapa daerah yang penduduknya memanfaatkan Kelor sebagai pengobatan rheumatik adalah Minahasa, Sulawesi Selatan dan Ujung Pandang.

Kandungan alkaloid tanaman Kelor yang dapat menurunkan rasa nyeri akibat rheumatik adalah kholkisin. Kolkisin mempunyai khasiat anti inflamasi dan analgesik yang spesifik untuk encok dengan efek cepat yaitu 0,5 2 jam setelah serangan akut. Daya kerjanya diperkirakan berdasarkan hambatan phagositosis dari leukosit sehingga siklus peradangan diputuskan, serta stabilisasi lisosom meningkat. Di samping itu kholkisin juga berdaya anti mitotik, menghambat proses pembelahan sel (mitosis), Ganiswara (1995).

Selain kolkisin, Flavonoid juga diduga dapat menurunkan rasa nyeri persendian akibat rheumatik, dengan aktivitas fisiologinya yaitu inhibisi phosporilasi protein oleh protein kinase dalam netrophil (bagian dari leukosit), yang diaktifkan oleh cAMP untuk merangsang aktivitas metabolik. Menurut Tahupeiory (1996) flavonoid dan alkaloid yang terdapat pada suatu tanaman mampu menghambat sintesis asam urat dan mendegradasikannya.

Senyawa alkaloid yang terkandung pada tanaman Kelor yang mampu menghambat sintesis asam urat dan juga bersifat anti inflamasi adalah kholkisin. Kholkisin menghambat aktivitas xanthin oksidase yang mendegradasikan xanthin dan hipoxantin menjadi asam urat. Selain itu juga kholkisin menurut Guyton (1987) memutuskan siklus peradangan dengan menghambat phagositosis leukosit yang menyebabkan stabilisasi lisosom meningkat.

Pada tahun 2008, Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Putra Universitas di Malaysia, menerbitkan penelitian yang bertujuan untuk menguji apakah Kelor memiliki aktivitas Antinociceptive dan Anti-inflamasi, seperti halnya obat yang digunakan dalam pengobatan modern seperti NSAID (non steroid anti-inflammatory drugs). Penelitian ini menemukan bahwa daun
Kelor memiliki aktivitas zat antinociceptive dan anti-inflamasi, bahkan dalam jumlah tinggi. Ini pun berarti bahwa benar Kelor digunakan dalam pengobatan tradisional India sebagai pengobatan untuk Arthritis dan Gout.

Efek dari Kelor yang menekan enzim COX-2. enzim ini bertanggung jawab untuk proses inflamasi dan nyeri. Biasanya obat yang digunakan untuk menekan enzim ini adalah NSAID-seperti Voltaren, Nksin, Adoil, Arcoxia, Kaspodll. Namun NSAID memiliki efek samping yang berbahaya seperti resiko stroke, masalah ginjal, masalah pembuluh darah, masalah perut dan banyak lagi. Kelor adalah pohon yang telah digunakan sebagai makanan dan obat-obatan alami sepanjang sejarah, yang berarti bahwa Kelor jauh lebih aman digunakan daripada NSAID dengan efektivitas penyembuhan yang sama dan tanpa efek samping.

Saat ini dengan kembali ke pengobatan alami dan herbal, Kelor menawarkan solusi luar biasa untuk berbagai kondisi medis. Sebuah penelitian di Indonesia menyimpulkan bahwa :
  1. Ekstrak daun Kelor (M. oleifera Lamk.) memberikan pengaruh terhadap kadar asam uratdarah mencit (Mus musculus)
  2. Konsentrasi ekstrak daun Kelor (M. oleifera Lamk.) yang efektif berpengaruh terhadap kadar asam urat darah mencit hiperurisemia adala konsentrasi 7,5 % dengan nilai sebesar 4,4 mg/dl. (Jumat Hadisasono, 2007).



2.7. Tonik Penguat Jantung

Vitamin untuk kesehatan jantung adalah vitamin tertentu yang memberikan
kontribusi untuk kesehatan dan fungsi jantung secara keseluruhan, serta membantu mencegah penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya. Kelompok yang paling penting dari vitamin khusus untuk kesehatan jantung adalah keluarga vitamin B. Vitamin ini melayani fungsi tertentu yang secara signifikan dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Kelor kaya dengan vitamin B, khusus nya asam folat, vitamin B 6 dan B12. Semua vitamin itu bertanggung jawab untuk membantu tubuh menghilangkan homosistein dari darah. Tingginya kadar homosistein dapat menyebabkan kerusakan pada arteri. Daging merupakan sumber yang baik dari vitamin B, itulah mengapa vegetarian memiliki tingkat risiko peningkatan homocysteine yang berbahaya. Terutama, bila mereka tidak cukup mengkonsumsi vitamin yang penting untuk kesehatan jantung.

Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa asam folat dan vitamin B lainnya mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Vitamin B 3 dalam Kelor, yang dikenal lebih umum sebagai niacin, juga dapat mengurangi kolesterol dalam konsentrasi tinggi. Selain itu, vitamin jantung lainnya seperti Vitamin E dan Vitamin C dalam Kelor, bekerja sama untuk mencegah penyakit jantung dan penyakit lain melalui kemampuan antioksidannya.

Kelor mengandung 36 antioksidan kuat yang menghilangkan limbah racun hasil dari reaksi kimia dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk membersihkan bahan kimia (radikal bebas) yang sangat reaktif yang beredar dalam tubuh, sebelum menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Kerusakan akibat racun dan radikal bebas yang beredar dalam tubuh inilah yang diyakini menjadi pnyebab penyakit jantung, kanker dan p
enuaan dini.
Kelor mempertahankan posisi sentral dalam pengobatan allopathic dari berbagai masalah jantung. Kelor mengandung glikosida jantung yang digunakan di seluruh dunia untuk pengobatan gagal jantung dan arrythmias, membantu meningkatkan kekuatan denyut jantung, dan menormalkan tingkat tekanannya. Masalah jantung sering disebabkan oleh adanya kekurangan suplai darah karena penyumbatan di arteri koroner.

Obat herbal seperti Kelor, memelihara jantung dengan cara yang lebih alami dan hampir tanpa efek samping. Selain berlimpah vitamin, mineral dan zat aktif yang secara bersama-sama memiliki kemampuan menguatkan jantung, Kelor pun mengatasi penyebab penyakit jantung langsung dari akar masalahnya.
The Herbalist Medis mengakui Kelor menopang sistem kardiovaskular dan dikenal sebagai kelompok cardiac remedies yaitu istilah umum untuk herbal yang memiliki tindakan pada jantung. Kelor memiliki semua senyawa alami yang diperlukan untuk menjaga jantung dalam jumlah
yang berlimpah.




Rabu, 11 Februari 2015

Manfaat dan Khasiat Penyembuhan

1. Manfaat Kelor dalam Kehidupan

Melihat kandungan Super Nutrisi sebagaimana dipaparkan dalam bab sebelumnya, maka sangat wajar bila tanaman Kelor merupakan tanaman yang sangat dihargai dan didistribusikan di banyak negara, di daerah tropis dan subtropis. Pasalnya, manfaat dan kandungan nutrisinya memang melebihi kandungan tanaman pada umumnya. Seluruh bagian tanaman Kelor memiliki berbagai manfaat dan khasiat penyembuhan yang mengesankan dengan nilai nutrisi yang tinggi. Bagian-bagian yang berbeda dari tanaman Kelor, mengandung profil mineral penting dan merupakan sumber protein yang baik, vitamin, β-karoten, fenolat dan berbagai asam amino. Kelor menyediakan kombinasi yang langka dan berlimpah dari zeatin, quercetin, β-sitosterol, asam caffeoylquinic dan kaempferol.

Selain berfungsi sebagai pemurni air dan Super Nutrisi, Kelor sangat penting untuk penyembuhan berbagai penyakit. Berbagai bagian dari tanaman seperti daun, akar, biji, kulit kayu, buah, bunga dan polong matang, bertindak sebagai stimulan jantung dan peredaran darah, memiliki antitumor, antipiretik, antiepilepsi, antiinflamasi, antiulcer, antispasmodic, diuretik, antihipertensi, penurun kolesterol, antioksidan, antidiabetik, aktivitas hepatoprotektif, antibakteri dan antijamur, dan saat ini sedang digunakan untuk pengobatan penyakit yang berbeda dalam sistem duniakedokteran, khususnya di Asia Selatan(Farooq Anwar, et al, 2006).

Kelor dianggap salah satu pohon yang paling berguna di dunia, karena hampir setiap bagian dari pohon Kelor dapat digunakan untuk makanan atau memiliki beberapa kandungan senyawa yang menguntungkan lainnya.(Ashfaq, et al, 2011).Di daerah tropis, digunakan sebagai pakan ternak, dan di banyak negara,
digunakan sebagai mikronutrien cair, obat cacing alami (membunuh parasit) dan adjuvant (membantu atau meningkatkan obat lain) yang digunakan sebagai metabolisme kondisioner untuk membantu melawan penyakit endemik di negara-negara berkembang (Foidle et al, 2001.).



1.1 Memperbaiki Lahan Kritis

Secara umum, Kelor ditanam sebagai tanaman pagar dan pembatas tanah. Untuk keperluan khusus, Kelor dapat berfungsi sebagai penahan angin, untuk pengendalian erosi tanah, pagar hidup, sebagai tanaman hias, atau tumpangsari dengan spesies yang memerlukan sinar matahari tidak langsung. Tanaman Kelor pun sering digunakan sebagai tiang rambat untuk kacang-kacangan, ubi jalar, vanili, lada dan tanaman merambat lainnya. Kelor yang ditanam dari biji memiliki perakaran yang dalam, membentuk akar tunggang yang lebar dan serabut yang tebal. Akar tunggang tidak terbentuk pada pohon yang diperbanyak dengan stek. Dengan bentuk perakaran seperti itu, Kelor memiliki kemampuan untuk menahan erosi dan menyimpan air, karenanya sering ditanam di lereng bukit untuk membantu mencegah erosi dan tanah longsor. 

Polong kering dan daun yang gugur juga membuat permukaan tanah menjadi subur, karena seiring dengan waktu daun-daun itu akan menjadi kompos. Kelor merupakan tanaman yang dapat mentolerir berbagai kondisi lingkungan, sehingga mudah tumbuh meski dalam kondisi ekstrim seperti temperatur yang sangat tinggi, di bawah naungan dan dapat bertahan hidup di daerah bersalju ringan. Kelor tahan dalam musim kering yang panjang dan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan tahunan berkisar antara 250 sampai 1500 mm. Meskipun lebih suka tanah kering lempung berpasir atau lempung, tetapi dapat hidup di tanah yang didominasi tanah liat. Kelor cocok untuk daerah-daerah di mana angin kencang dan panjang, kekeringan terjadi secara bersamaan, dan menyebabkan erosi tanah yang serius. 

Kandungan nutrisi dalam daunnya yang gugur, dapat menyuburkan dan memperbaiki kualitas tanah yang marjinal. Sifat tanaman yang seperti ini menjadi pilihan terbaik dalam upaya melakukan reboisasi atau pemulihan lahan-lahan kritis yang miskin unsur hara. Daerah yang terkenal kering dimana tanaman lain tidak dapat hidup dan berfungsi baik, Kelor hadir untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Kelor juga ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, sebagai pelindung angin dan peneduh.

1.2 Kelor, Sahabat Petani

Kelor merupakan tanaman lahan marjinal dan tumbuh terbaik di tempat yang panas, tropis semi kering dan sub tropis.Tanaman Kelor dikenal sebagai tanaman yang ramah bagi para petani dan berguna dari pucuk sampai keakarnya.Di Pakistan, Kelor sangat direkomendasikan untuk Agroforestry dan lahan kritis. Sebagai tanaman sela, Kelor tidak memiliki efek negatif pada tanaman pokok disekitarnya. Memiliki perakaran mendalam dan tidak bersaing dengan tanaman dalam memperoleh unsur hara. 

Kelor membantu untuk meningkatkan bahan organik di dalam tanah dan pada akhirnya kesuburan tanah. Petani di pedesaan atau pinggiran kota di Afrika, dengan mudah dapat memproduksi daun Kelor baik untuk dikonsumsi sendiri maupun sebagai komoditas usahatani. Budidaya Kelor menciptakan lapangan kerja, biaya usahatani yang rendah dan dapat dibudidayakan secara organik tanpa menggunakan bahan kimia. Budidaya Kelor merupakan solusi bagi petani dan peternak yang menginginkan tanaman yang tumbuh cepat, hasil panen daun berlimpah, namun memiliki keterbatasan sumber air dan biaya pemeliharaan. Daun Kelor dapat diberikan sebagai pakan ternak dan kotoran ternaknya digunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman Kelor. Dengan mengikuti rekomendasi ini, perkebunan Kelor dapat menghasilkan daun yang berlimpah sepanjang tahun. 

Pengolahan juga merupakan aktivitas yang menghasilkan pendapatan bagi petani dengan mengolah daun segar menjadi serbuk daun Kelor. Pengeringan dengan tenaga matahari sangat murah, dan metode yang digunakan pun efisien untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Penggilingan tidak memerlukan peralatan khusus, dapat ditumbuk dengan alu pada lumpang serta diayak untuk hasil yang sempurna. Aspek fundamental dari pengolahan daun Kelor adalah kebersihan dan kontrol kelembaban untuk memastikan bahwa serbuk daun tetap sempurna dalam kemasan. Daun Kelor merupakan sumber protein murah, vitamin dan mineral untuk negara-negara berkembang.

Dalam bentuk serbuk kering, daun Kelor mudah disimpan dan digunakan oleh keluarga sebagai sumber asupan gizi dalam makanan mereka sehari-hari. Serbuk ini juga dapat dijual kepada perusahaan-perusahaan makanan yang menggunakannya untuk memperkaya kandungan nutrisi produk mereka. Kelor benar-benar sahabat para petani yang tidak saja membantu mengurangi biaya keluarga tani dalam memenuhi asupan nutrisi berkualitas dan menjaga kesehatan seluruh keluarganya, tapi juga membantu meningkatkan hasil panen tanaman dan produksi ternaknya dengan biaya sarana produksi yang relatif murah.



1.3 Tingkatkan Hasil Pertanian dan Peternakan

Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan daun Kelor sebagai pakan ternak meningkatkan berat badan hingga 32 % dan produksi susu hingga 43-65 %. Sebagai pakan ternak, Kelor kaya akan nutrisi yang penting (Mathur, 2006). Kelor juga kaya zat besi, kalium, kalsium dan multivitamin. Reyes et al. (2005) melakukan sebuah percobaan untuk melihat efek dari daun Kelor sebagai asupan pakan pada tingkat yang berbeda untuk sapi perah, dengan mengukur daya cerna, produksi susu dan komposisi susu. Bayangkan apa yang akan mungkin terjadi bila produksi susu di negara-negara berkembang dapat ditingkatkan dengan cara ini, tentu dapat membantu banyak orang yang mengalami defisiensi protein (Francis et al, 1991.; Foidle et al, 2001.) 

Ekstrak Daun Kelor (EDK) digunakan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman secara alami. Daun Kelor kaya zeatin, sitokinin, askorbat, fenolik, dan mineral seperti Ca, K, dan Fe yang memicu pertumbuhan tanaman. Mengingat kandungan nutrisinya, EDK merupakan pupuk organik yang paling baik untuk digunakan untuk semua jenis tanaman. Foidle (1999) melakukan penelitian untuk melihat efek EDK pada tiga konsentrasi yang berbeda, yaitu dosis rendah (12,5 g EDK dalam 100 ml air), dosis menengah (25g EDK dalam 100 ml air) dan dosis tinggi (50 g EDK dalam 100 ml air), pada lobak dan kacang (25 ml per tanaman). Dilaporkan bahwa EDK dengan dosis menengah lebih efektif daripada dosis lainnya.
Hasil penelitian menunjukan, terjadi peningkatan sebesar 94% pada lobak dan 65% pada kacang yang diberikan EDK.. Eksperimen laboratorium telah menunjukkan bahwa pupuk cair Kelor yang disemprotkan pada tanaman, memiliki widerange efek menguntungkan pada tanaman. Pemberian pupuk cair dengan cara disemprotkan menunjukkan percepatan pertumbuhan tanaman muda, tanaman yang lebih kokoh, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, memperpanjang masa hidup, meningkatkan berat akar, batang dan daun, menghasilkan lebih banyak buah, menghasilkan buah yang lebih besar, dan peningkatan hasil panen 20%-35%. Bila hasil dari penelitian ini dapat direproduksi di lapangan, maka dapat menjadi bantuan yang besar dalam meningkatkan persediaan makanan bagi jutaan orang lapar (Foidle et al.,2001).



1.4 Penjernih Air Alami

Satu miliar orang di seluruh Asia, Afrika, dan Amerika Latin diperkirakan mengandalkan sumber air permukaan yang tidak sehat untuk kebutuhan sehari-harinya. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar dua juta orang meninggal setiap tahunnya sebagai akibat penyakit yang bersumber dari air yang terkontaminasi. Dan mayoritas kematian ini terjadi di kalangan anak-anak usia kurang dari lima tahun. Serbuk biji Kelor bertindak sebagai koagulan alami, mampu menjernihkan air keruh. Bahkan, serbuk biji Kelor ini dapat digunakan sebagai metode yang paling cepat dan sederhana untuk membersihkan air kotor. Serbuk mengikat padatan dalam air dan menenggelamkannya ke dasar. Proses penjernihan air dengan serbuk biji Kelor ini terbukti dapat menghilangkan lebih dari 90% bakteri yang terkandung dalam air, melalui proses flokulasi, sedimentasi, dan antibiosis.
Serbuk biji Kelor telah digunakan untuk memurnikan air minum, menggantikan bahan kimia seperti aluminium sulfat, yang selain mahal, juga berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Dua puluh liter air dapat dimurnikan dengan hanya menambahkan 2 gram serbuk biji Kelor yang dilarutkan dalam satu cangkir air bersih.
Caranya sangat sederhana, yaitu :
  • Biji Kelor kering ditumbuk sampai halus dan ambil sebanyak 2 gram untuk penggunaan 20 liter air.
  • Larutkan 2 gram serbuk biji Kelor kedalam satu gelas air bersih.
  • Tuangkan ke dalam wadah berisi air keruh yang akan dijernihkan dan aduk dengan cepat selama 2 menit dan perlahan-lahan selama 10 sampai 15 menit (jangan menggunakan alat logam) dan biarkan selama satu jam atau sampai air benar-benar kelihatan jernih.
  • Saring air dengan kain bersih atau buang kotoran yang mengendap dengan cara dialirkan melalui selang.
  • Rebus air sebelum diminum (Gassenschmidt et al, 1995;. Jahn et al,1986.; Kumar dan Gopal, 1999;. Sutherland,.1989).

1.5 Sumber Energi Terbarukan

Biji Kelor mengandung minyak sekitar 30%-40% dengan konsentrasi asam oleat yang tinggi. Minyak dari biji Kelor lebih baik dari minyak bunga matahari. Biodiesel yang terbuat dari biji Kelor memiliki stabilitas yang lebih baik daripada oksidatif biodiesel yang berasal dari sumber bahan makanan lainnya (Rashid et al.,2008). Minyak biji Kelor mengandung asam oleat yang tinggi, lebih dari 70%, dengan asam lemak jenuh yang terdiri dari sebagian besar profil asam lemak yang tersisa. Metil ester (biodiesel) yang diperoleh dari minyak ini menunjukkan angka oktan tinggi sekitar 67, salah satu yang tertinggi ditemukan untuk bahan bakar biodiesel. Kelor dapat menghasilkan 1.000 sampai 2.000 liter bio-diesel per tahun per ha. Produksi dimulai dalam waktu satu tahun dan bungkil biji sisa perasan minyak dan daunnya merupakan pakan ternak terbaik (Brockman, 2008).
Minyak biji Kelor yang diproses sebagai biodiesel, memiliki bilangan iod lebih baik dari solar biasa yang menunjukkan stabilitas bahan bakar. Minyak ini memiliki angka oktan yang menunjukkan aktivitas pengapian yang baik. Biodiesel dari Kelor memiliki recovery dan kualitas minyak yang lebih tinggi dibandingkan tanaman lain yang memungkinkan untuk diproduksi dengan biaya yang lebih rendah dengan hasil sampingan gliserin kualitas tinggi. 

Minyak biji Kelor dinilai menjadi sumber biodiesel yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan dibandingkan dengan minyak jarak pagar. Pasalnya, Kelor dapat memberikan keuntungan ganda yaitu sebagai sumber pangan bernutrisi tinggi dan bahan bakar terbarukan yang berkualitas baik.



2. Khasiat Penyembuhan

Menurut Fahey, J.W. (2005), dari Johns Hopkins School of Medicine, Department of Pharmacology and Molecular Sciences, dalam laporan yang berjudul : “Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for Its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1., semua bagian dari tanaman Kelor dikenal memiliki efek penyembuhan atau dapat mengatasai masalah kesehatan berikut ini :
1. Anti-bakteri
2. Infeksi
3. Infeksi Saluran Kemih
4. Epstein-Bar Virus (EBV)
5. Herpes Simplex Virus (HSV-1)
6. HIV AIDS
7. Cacingan
8. Trypanosomes
9. Bronkitis
10. Luka luar atau Borok
11. Demam
12. Hati
13. Anti-Tumor
14. Prostat
15. Pelindung hati dan ginjal
16. Anti-anemia
17. Anti-hipertensi
18. Diabetes / Hypogclycemia
19. Diuretik
20. Hypocholestemia
21. Thyroid
22. Hepatorenal
23. Kolitis
24. Diare
25. Disentri
26. Maag / Gastritis
27. Rematik
28. Arthritis
29. Sakit kepala
30. Antioksidan
31. Karotenoid
32. Energi
33. Kekurangan zat Besi
34. Kekurangan Protein, Vitamin dan Mineral
35. Laktasi Enhancer
36. Antiseptik
37. Selesema
38. Laktasi
39. Scurvy dan tonik
40. Karies gigi / gigi
41. Umum dingin
42. Gigitan ular
43. Gigitan Kalajengking
44. Pencernaan
45. Epilepsi
46. Hysteria
47. Faktor Antinutrietional
48. Abortifacient
49. Aphrodisiac
50. Pengendalian kelahiran
51. Asma
52. Kardiotonik
53. Perut kembung
54. Anti-spasmodic
55. Rubefacient
56. Vesicant
57. Gout
58. Hepatamegaly
59. Nyeri punggung bawah / Ginjal
60. splenomegali
61. Sifilis
62. Tifoid
63. Earache
64. Infeksi tenggorokan
65. Anthelmintik
66. Kanker kulit
67. Nyeri sendi
68. Kutil
69. Goitrogen

Laporan tersebut menguraikan manfaat dan khasiat penyembuhan bagian-bagian tanaman Kelor, penggunaan dan efeknya bagi tubuh serta referensi penelitiannya. Begitu banyak laporan hasil penelitian yang menunjukan bahwa tanaman Kelor memang terbukti secara ilmiah memiliki khasiat penyembuhan seperti berikut ini.

2.1 Penyeimbang Gula Darah (Diabetes)

Diabetes terjadi ketika tubuh manusia tidak memproduksi atau menggunakan insulin, suatu hormon yang diperlukan untuk mengubah gula, pati, dan makanan lainnya menjadi energi. Diabetes mellitus ditandai oleh tingginya tingkat konstan glukosa darah (gula). Tubuh manusia harus mempertahankan tingkat glukosa darah pada kisaran yang sangat sempit, yang dilakukan dengan insulin dan glukagon. Makanan yang dicerna dirubah menjadi glukosa untuk digunakan selmenjalankan fungsinya. 

Glukosa membutuhkan bantuan dari insulin untuk menembus dinding sel karena tidak bisa masuk sendiri. Insulin karena itu bertindak sebagai pengatur metabolisme glukosa dalam tubuh. Jika insulin yang kurang atau menjadi sensitif, maka akan menyebabkan diabetes. Diabetes yang tidak diobati akan menimbulkan komplikasi seperti retinopati, neuropati, nefropati, masalah kardiovaskular,dll. Para peneliti baru-baru ini melaporkan bahwa vitamin D sangat penting untuk sel-sel islet dalam pankreas untuk dapat mensekresikan insulin dengan benar. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa individu dengan tingkat vitamin D paling rendah dalam darahnya, mengalami masalah dalam penanganan gula dan memiliki risiko lebih besar terkena diabetes. Tubuh kita membutuhkan kalsium untuk memproses vitamin D. Kelor mengandung kalsium 17 kali lebih banyak dibandingkan susu. Kelor juga merupakan sumber yang kaya asam askorbat yang membantu dalam sekresi insulin.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa nutrisi tertentu seperti vitamin B1, B2, B12, asam pantotenat, vitamin C, protein dan kalium -bersama dengan makan kecil berisi beberapa karbohidrat - benar-benar dapat merangsang produksi insulin dalam tubuh. Vitamin A sebagai antioksidan sangat efektif membantu mengubah beta-karoten, yang mengurangi risiko kebutaan pada penderita diabetes. Vitamin B 12 efektif dalam pengobatan neuropati diabetes. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi vitamin E rendah dikaitkan dengan risiko 3,9 kali lebih besar terkena diabetes. Vitamin E mengurangi stres oksidatif, sehingga meningkatkan karakteristik membran fisik dan kegiatan terkait lainnya di transpor glukosa. Antioksidan ini meningkatkan penyembuhan diabetes. Magnesium membantu dalam metabolisme glikogen, Magnesium bekerja sama dengan vitamin B 6 untuk membantu proses metabolisme dalam sel. Kelor mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh penderita diabetes dan dapat membantu mengontrol kadar gula darahnya.

2.2 Seimbangkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Sirkulasi aliran darah dalam tubuh kita memberikan tekanan pada dinding pembuluh darah. Tekanan darah yang tepat pada pembuluh darah sangat penting, sering disebut sebagai salah satu dari tanda-tanda vital kita. Tekanan darah cenderung meningkat sejalan dengan usia. Sebenarnya, gaya hidup sehat sangat membantu mencegah kenaikantekanan darah.

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke. Hal ini sangat berbahaya karena sering tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala terlebih dahulu. Terlepas dari ras, usia, atau jenis kelamin, siapa pun bisa mengalami tekanan darah tinggi. Diperkirakan bahwa satu dari setiap empat orang dewasa Amerika memiliki tekanan darah tinggi. Setelah tekanan darah tinggi berkembang, biasanya akan berlangsung seumur hidup.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling penting untuk stroke. Tekanan yang sangat tinggi dapat menyebabkan pembekuan dalam pembuluh darah yang melemah, yang kemudian mengalami pendarahan di otak dan hal ini dapat menyebabkan stroke. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah di mata pecah dan mengalami pendarahan. Penglihatan dapat menjadi kabur atau terganggu dan dapat menyebabkan kebutaan. Sejalan dengan pertambahan usia, arteri di seluruh tubuh mengeras, terutama di jantung, otak, dan ginjal. Tekanan darah tinggi dikaitkan dengan arteri yang "kaku" sehinggamenyebabkan jantung dan ginjal harus bekerja lebih keras. Ginjal berfungsi sebagai filter untuk membersihkan tubuh dari limbah. 

Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat mempersempit dan mengentalkan pembuluh darah dari ginjal. Ginjal menjadi kurang cairan, dan limbah menumpuk dalam darah karena fungsi ginjal untuk menyaring tidak berjalan dengan baikdan terjadi apa yang disebut gagal Ginjal. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk serangan jantung. Arteri membawa oksigen dalam darah ke otot jantung. Jika jantung tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup, nyeri dada yang dikenal sebagai angina, dapat terjadi. Jika aliran darah tersumbat, maka akan terjadi serangan jantung. 

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko nomor satu untuk gagal jantung kongestif(CHF). CHF adalah kondisi serius di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memasok kebutuhan tubuh. Nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seseorang yang menderita tekanan darah tinggi ditemukan secara alami dalam tanaman Kelor. Arginine merupakan asam amino yang ditemukan dalam tanaman Kelor dan dikenal untuk menyeimbangkan tekanan darah. Kalsium, Magnesium, Kalium, Seng, dan Vitamin E juga ditemukan pada Kelor. 

Kelor mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan tekanan darah. Kalsium dibutuhkan untuk relaksasi otot polos dan kontraksi, peningkatan konsumsi kalsium dapat memiliki efek langsung pada pembuluh darah. Penelitian telah menemukan bahwa dibandingkan dengan suplemen, kalsium memiliki dua kali manfaat bagi tekanan darah. Kalsium dari sumber sintetik dapat menyebabkan batu ginjal. Kelor mengandung Kalsium 17 kali lebih banyak dibanding susu. Kelor mengandung kalium 15 kali lebih banyak dari pisang. 

Kandungan kalium yang tinggi cenderung menurunkan kandungan sodium. Kalium bekerja dengan cara meningkatkan ekskresi natrium dalam urin, yang membantu melebarkan pembuluh darah, dan mengubah interaksi hormon yang mempengaruhi tekanan darah.Makanan yang mengandung magnesium tinggi sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi, kemungkinan besar dengan berkontribusi terhadap relaksasi otot polos pembuluh darah. Kelor juga mengandung magnesium bersama dengan zinc dan vitamin E yang mengambil bagian dalam mengurangi tekanan darah bersama dengan nutrisi lainnya. Kelor mengandung 384 mg magnesium dalam 100 gram tepung daun dan 2,2 kali lebih banyak bioavailable serta mengandung Zinc, 6 kali lebih banyak dibanding almond dan 6,46 kali lebih banyak diserap ke dalam darah.

2.3.Tingkatkan Kesuburan

Berurusan dengan masalah ketidaksuburan (infertilitas), baik untuk pria maupun wanita memang tidak mudah. Menurut penelitian, satu kesulitan yang dialami ketika mencoba untuk hamil, dapat menyebabkan stres psikologis yang mirip dengan orang yang mengidap penyakit fatal eperti kanker dan HIV. Untungnya, ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia bagi yang memiliki masalah infertilitas. Dan berita baiknya, masalah infertilitas ini dapat disembuhkan secara alami dengan cara perubahan diet atau gaya hidup. Orang yang ingin meningkatkan kesempatan mereka untuk hamil secara alami dapat mencoba kehebatan Kelor. Banyak literatur menyebutkan bahwa pengobatan herbal terbaik untuk infertilitas adalah bunga Kelor. 

Ekstrak bunga Kelor banyak digunakan kaum perempuan di Filipina sebagai tonik herbal untuk meningkatkan kesuburan. Cukup dengan merebus sekitar lima sampai sepuluh bunga Kelor dan mencampurnya dengan secangkir susu sapi segar. Bila suka, 1 sendok madu bisa dicampurkan kedalamnya. Tonik Herbal Bunga Kelor ini dapat menyembuhkan ketidaksuburan baik pria maupun perempuan. Untuk pria yang menderita disfungsi ereksi juga dapat menemukan obat dengan membuat sup dari biji Kelor dicampur dengan sedikit lada dan jahe. 

Kulit pohon Kelor juga dapat berubah menjadi bubuk dan berkhasiat untuk meningkatkan kualitas sperma. Pohon Kelor mengandung nilai gizi tinggi yang sangat membantu dalam pengobatan infertilitas. Vitamin A, C, D, E, dan K merupakan salah satu vitamin yang terkandung dalam pohon Kelor. Kelor sudah sejak lama digunakan untuk membantu melindungi dan mengatasi masalah kesehatan prenatal, penyakit mata, masalah kulit, serta penyakit jantung. Kelor juga kaya kalsium yang tidak hanya melindungi tulang dan gigi, juga memainkan peran penting dalam meningkatkan motilitas sperma. 

Bunga Kelor kaya akan kalium dan kalsium. Kebanyakan orang tidak memiliki cukup asupan kalsium dalam makanannya yang mengakibatkan insufisiensi Kalsium. Sedangkan, kalium membantu menetralisir keseimbangan cairan dan elektrolit dalam sel. Hal Ini membantu mencegah tekanan darah tinggi, mempromosikan kontraksi teratur, mengatur transfer nutrisi ke sel-sel yang berbeda dalam tubuh dan menjaga keseimbangan air dalam jaringan tubuh dan sel. Semua itu sangat berpengaruh terhadap tingkat kesuburan. Kelor mengandung kalium 15 kali lebih banyak dibanding pisang dan Kalsium, 17 kali lebih banyak dibanding dibanding Susu. Kelor mengandung hampir semua zat gizi penting yang membantu meningkatkan kesuburan pria maupun wanita.

2.4 Pembersih Racun dalam Hati dan Tubuh 

Secara historis, Kelor telah digunakan di Eropa sebagai tonik hati dan Phytotherapy berbagai macam kondisi hati dan kantung empedu, termasuk hepatitis dan sirosis. Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman mengungkapkan data yang menarik tentang menetralkan racun yang menyebabkan kerusakan hati serta adanya agen hepatotoksik yang potensial. Sejumlah senyawa kimia kelompok silymarin yang terkandung dalam Kelor, terbukti memiliki efek perlindungan terhadap sel-sel hati.

Salah satu penyebab utama penyakit hati adalah banyaknya kandungan racun yang masuk kedalam tubuh bersama makanan. Hal itu menyebabkan hati penuh dengan endapan racun dan detoksifikasi tubuh dibutuhkan untuk mencegah racun tersebut merusak sel-sel hati dan mengganggu fungsinya. Efek terapi Kelor, tidak hanya memperbaiki kerusakan hati akibat racun dan metabolisme, tetapi juga pada mengobati penyakit-penyakit hati. 

Banyak studi yang menunjukan hasil bahwa Kelor adalah produk detoksifikasi yang baik. Kelor menghilangkan logam lebih cepat, mengurangi efek negatif dari alkohol pada hati, dan sepenuhnya mencegah etanol menyebabkan perubahan mitokondria. Alasan mengapa Kelor dapat melakukan efek yang mengesankan seperti itu bisa karena dua mekanisme pada tingkat sel. Yang pertama adalah bahwa hal itu dapat mengubah membran sel sehingga racun tidak bisa menembus ke dalam sel. Yang kedua adalah bahwa hal itu meningkatkan kecepatan sintesis protein yang merangsang sel untuk beregenerasi lebih cepat. Karena racun tidak dapat menembus membran sel, maka semua sel-sel hati tetap sehat dan dapat melakukan penggantiaan sel-sel lama atau rusak dengan sel-sel baru yang lebih baik. Seperti itulah cara bekerja pembersihan racun dalam hati. 

Kelor tidak hanya berperan sebagai suplemen untuk memberikan efek terapi pada kasus kerusakan hati, tapi juga mengobati penyakit hati. Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa gangguan hati yang disebabkan oleh segala sesuatu dari sirosis hepatitis virus dapat diobati. Hepatosit ditemukan secara alami dalam tubuh yangdirangsang oleh Kelor dan mendorong untuk menggantikan sel yang rusak dan jaringan yang sakit. Membersihkan racun dari hati diperlukan ketika kerusakan dari alkohol dan obat-obatan lainnya mencegah atau mengurangi kemampuan hati untuk melakukan regenerasi lagi. Dengan melakukan detoksifikasi tubuh, fungsi keseluruhan tubuh akan meningkat.




Selasa, 10 Februari 2015

"Klorofil" ~ Kelor vs WheatGrass

a. Apa itu Klorofil
Klorofil atau pigmen hijau tanaman adalah senyawa zat basa yang ditemukan pada tanaman, membantu mengimbangi efek acidifying (efek dari makanan pembentuk asam seperti fast food) dari diet khas barat yang tinggi lemak dan tinggi protein. Karena klorofil tidak diketahui sebagai nutrisi penting, maka tidak ada istilah "kekurangan". Orang tidak banyak mengkonsumsi bahan makanan yang memiliki klorofil dalam menu makanannya.
Klorofil terlibat dalam reaksi kimia yang paling penting di bumi yaitu fotosintesis. Kita tidak akan mungkin hidup tanpa adanya proses itu. Klorofil merupakan senyawa kimia utama dari semua pasokan makanan dan produksi oksigen. Klorofil, sering disebut dan diumpamakan sebagai  "darah bagi tanaman", hal itu berkaitan erat dengan hemoglobin, pigmen sel darah merah yang bertanggung jawab untuk transportasi oksigen dalam banyak hewan. Perbedaan utama antara molekul klorofil dan hemoglobin adalah unsur logam ditengah molekulnya. Dalam hemoglobin darah manusia terdiri dari besi, sementara di klorofil, unsur logamnya adalah magnesium. Beberapa orang percaya bahwa kemiripan ini membantu klorofil untuk menjadi lebih baik diserap dan digunakan untuk "membangun" darah dan melawan anemia. Namun beberapa ilmuwan dan ahli gizi tidak percaya bahwa klorifil diserap secara internal (untuk mencapai darah), melainkan bahwa penyerapan itu mungkin terjadi secara lokal untuk mendukung kesehatan saluran mulut, lambung dan usus.
Sementara itu, ada banyak bukti menunjukan bahwa klorofil dapat menyembuhkan atau meringankan infeksi akut pada saluran pernapasan dan sinus, borok kronis dan bau mulut. Klorofil juga mempercepat penyembuhan luka dan telah ditunjukkan dalam satu penelitian yang dilakukan untuk menghilangkan kanker pada hewan yang diberi rangsangan berbagai efek beracun dari lingkungan (termasuk bahan makanan). Penelitian lain telah menunjukkan bahwa klorofil mendukung fungsi hati dan detoksifikasi tubuh.

b. Manfaat Klorofil Penyembuh alami

  • Menetralkan racun
  • Membuang racun dari dalam tubuh
  • Memurnikan hati dari endapan racun
  • Menetralkan polutan logam berat
  • Membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Membantu dalam membangun sel darah merah
  • Meremajakan pada tingkat sel
  • Mengurangi tingkat ph dalam tubuh
c. Kandungan Klorofil dalam Kelor
Kelor adalah salah satu dari sangat sedikit makanan yang mengandung klorofil bersamaan dengan nutrisi lainnya begitu banyak (vitamin, mineral, protein, lemak menguntungkan). Sayuran hijau tua dan rempah-rempah seperti selada romaine, bayam, atau peterseli, merupakan sumber yang sangat baik dari klorofil, namun semua itu tidak memberikan banyak nutrisi lainnya seperti halnya Kelor. Klorofil merupakan salah satu unsur penting yang dimiliki Kelor. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat manfaat kesehatan yang diturunkan dari makanan hijau adalah fungsi dari kandungan klorofilnya. Saat ini, ada tiga sumber makanan paling penting dan terbaik kandungan klorofilnya yaitu Kelor, rumput Gandum (Wheatgrass) dan rumput Barley.
Kelor mengandung klorofil dengan konsentrasi tinggi. Telah terbukti bahwa manfaat dari sayuran hijau secara langsung dikaitkan dengan konsentrasi kandungan klorofilnya.
Itsmoringa.com mempublikasikan bahwa daun Kelor mengandung klorofil pada 6.890 mg/kg bahan kering. Sedangkan Tony horton dalam blognya opensky.com, menyebutkan bahwa dalam 8 gram serbuk daun Kelor mengandung 162 mg klorofil. Saat ini, wheatgrass dianggap unggul karena memiliki konsentrasi klorofil yang lebih besar dari sayuran lainnya. Padahal, Kelor mengandung 4 kali lebih banyak klorofil dibanding wheatgrass.

Asam Amino dalam Kelor

Manusia dipastikan tidak bisa hidup tanpa asam amino dan tidak akan sehat bila kekurangan asam amino. Namun dalam jumlah yang tepat, asam amino akan menjaga dan membangun sistem tubuh yang kuat.

Apa sesungguhnya yang dilakukan asam amino dalam tubuh kita ?

Asam amino adalah blok bangunan protein. Ibarat sebuah huruf yang berbeda dari alfabet, digunakan untuk membentuk kata - kata yang berbeda lantas menjadi sebuah bangun kalimat. Begitu pun dengan asam amino ini, asam amino yang berbeda digunakanuntuk membangun protein yang berbeda pula.
Tubuh manusia mampu memproduksi hanya 12 dari 20 asam amino yang berbeda yang dibutuhkan untuk membangun protein yang digunakan untuk tumbuh, memperbaiki dan memelihara sel-sel. Delapan jenis asam amino dikenal sebagai asam amino esensial karena tubuh tidak dapat memproduksi asam amino jenis ini dan harus diberikan dalam bentuk asupan makanan, biasanya berasal dari daging merah atau susu dan produk turunannya.
Namun memberikan asupan asam amino tidak sesederhana kedengarannya karena sering kali makanan sehat kita justru kekurangan berbagai macam asam amino yang diperlukan tubuh. Itulah mengapa banyak orang yang kelebihan berat badan tetapi kekurangan gizi.

a.Penyakit dimulai dalam sel individu.

Setiap hari miliaran sel menggantikan sel yang terbentuk sebelumnya. Setiap regenerasi harus menjadi salinan sempurna dari sel yang digantikannya. Proses regenerasi terancam oleh banyak hal seperti polusi di udara, air, dan tanah, radiasi dari matahari, stres, pilihan gaya hidup dan bahkan bahan makanan selama diproses.
Satu hal yang pasti, untuk menjadi sehat tubuh membutuhkan biomolekul kecil yang disebut asam amino. Meskipun berukuran sangat kecil, asam amino memainkan peran besar dalam nutrisi yang sehat untuk tubuh. Biomolekul yang tersedia dalam jumlah yang tepat, akan membentengi tubuh terhadap masalah kesehatan yang paling umum dan telah ditunjukkan dalam berbagai studi untuk memerangi proses penuaan.
Kelor secara alami mengandung 18 dari 20 asam amino yang dapat diserap tubuh dan benar-benar penting untuk kesehatan yang baik. Menurut farmakolog klinis, Dr Monica G. Marcu, “Asam amino paling alami diserap dari kompleks sumber makanan atau tanaman.”
Ann Hirsch, PhD, Profesor Botani di University of California, Los Angeles, mengatakan, ” Salah satu hal yang paling mengesankan saya tentang Kelor adalah fakta bahwa ia memiliki asam amino esensial lengkap yang manusia dan makhluk hidup lain membutuhkannya, ada delapan jenis asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh, jadi kita harus mendapatkannya dari makanan kita”.
Kelor merupakan salah satu dari sangat sedikit tanaman yang mengandung semua (delapan) asam amino esensial.

b. Kelor mengandung Semua (delapan) Asam Amino Esensial

Berikut adalah daftar lengkap asam amino yang ditemukan dalam Kelor dan penjelasan singkat tentang mengapa tubuh kita membutuhkan semua (delepan) asam amino esensial ini.

1. ISOLEUSIN
Membangun protein dan enzim serta menyediakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat komponen biokimia lain yang penting dalam tubuh, beberapa di antaranya mempromosikan energi dan merangsang otak untuk membuat kita selalu waspada.

2. LEUCINE
Bekerja dengan isoleusin untuk membangun protein dan enzim yang meningkatkan energi tubuh dan kewaspadaan.

3. LISIN
Menjamin tubuh dapat menyerap kalsium dalam jumlah yang tepat. Hal ini juga membantu kolagen yang digunakan dalam tulang rawan dan jaringan ikat. Lisin membantu dalam produksi antibodi, hormon, dan enzim. Studi terbaru menunjukkan lisin meningkatkan keseimbangan nutrisi yang mengurangi pertumbuhan virus.

4. METIONIN
Berperan utama memasok sulfur untuk tubuh. Hal ini diketahui untuk mencegah masalah pada rambut, kulit, dan kuku sambil menurunkan kadar kolesterol karena akan meningkatkan produksi lesitin dalam hati. Metionin mengurangi lemak hati dan melindungi ginjal yang mengurangi iritasi kandung kemih.

5. PHENYLALAINE
Menghasilkan bahan kimia yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal antara sel-sel saraf dan otak. Hal ini dapat membantu menjaga tingkat waspada, mengurangi rasa lapar, ditambah meningkatkan memori dan suasana hati.

6.TREONIN
Adalah bagian penting dari kolagen, elastin, dan protein enamel. Tidak hanya membantu metabolisme, treonin membantu mencegah tertimbunnya lemak dalam hati, meningkatkan pencernaan tubuh dan kesehatan saluran usus.

7. TRYPTOPHAN
Mendukung sistem kekebalan tubuh, meredakan insomnia, mengurangi kecemasan, depresi, dan gejala sakit kepala migrain. Hal ini juga berpean dalam mengurangi risiko arteri dan kejang jantung karena bekerja dengan lisin untuk mengurangi kadar kolesterol.

8. VALIN
Penting dalam mempromosikan pikiran yang tajam, koordinasi otot-otot, dan suasana hati yang tenang.

Perbandingan Komposisi Asam Amino Esensial dalam Protein Ekstrak Daun Kelor, Kedelai dan Referensi FAO/WHO (mg/g protein)


Asam Amino Esensial       Protein Kedelai mg/g             Referensi FAO/WHO        Ekstrak Daun Kelor
                                          mg/g Protein                    anak usia 2–5 tahun

Histidine                                    26                                         19                                31
Isoleucine                                  49                                         28                                51
Leucine                                     82                                         66                                98
Lysine                                        63                                         58                                66
Methionine + Cystine                   26                                         25                                21
Phenlylalanine + Tyrosine            90                                         63                               105
Threonine                                  38                                         34                                50
Tryptophan                                13                                         11                                21
Valine                                        50                                         35                                53

Tabel di atas menunjukan bahwa ekstrak daun Kelor mengandung asam amino esensial yang dapat memenuhi sebagian besar referensi WHO/FAO bagi kebutuhan asupan anak usia 2–5 tahun. Nilai kandungan asam amino dalam ekstrak daun Kelor pun melebihi nilai kandungan asam amino dalam protein kedelai. Kekurangan asam amino esensial lebih disebabkan karena kurangnya kandungan asam amino esensial dalam makanan yang kita konsumsi. Pasalnya, asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh, melainkan harus dimasukan dari luar tubuh dalam bentuk asupan nutrisi makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Kelor menyediakan seluruh (delapan) asam amino alami yang dibutuhan oleh tubuh. Kekurangan asam amino esensial dapat berakibat fatal bagi kesehatan dan mendorong timbulnya beragam penyakit kronis.

c. Kelor mengandung Sepuluh Asam Amino Non-Esensial

Selain mengandung seluruh (delapan) asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, juga ditemukan Kelor berlimpah dengan asam amino non-esensial yang dapat diproduksi oleh tubuh dengan bantuan nutrisi yang tepat.

1. Alanin,
Penting untuk membangun energi dalam jaringan otot, otak, dan sistem saraf pusat. Ini memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan memproduksi antibodi. Alanin juga membantu dalam metabolisme sehat gula dan asam organik dalam tubuh.
2. Arginine,
Telah ditunjukkan dalam studi menyebabkan pelepasan hormon pertumbuhan yang dianggap penting untuk pertumbuhan otot yang optimal dan perbaikan jaringan. Arginine juga meningkatkan respon kekebalan tubuh terhadap bakteri, virus, dan sel-sel tumor, serta mendorong penyembuhan
luka pada tubuh.
3. Asam Aspartat,
Membantu membersihkan tubuh dari amonia yang diciptakan oleh limbah selular. Ketika amonia memasuki sistem peredaran darah, dapat bertindak sebagai zat yang sangat beracun yang dapat merusak sistem saraf pusat. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa asam aspartat dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Sistin,
Berfungsi sebagai antioksidan dan merupakan bala bantuan yang kuat dalam melindungi tubuh terhadap radiasi dan polusi. Hal ini dapat membantu memperlambat proses penuaan, menonaktifkan radikal bebas, dan menetralkan racun. Sistin juga membantu dalam sintesis protein dan menyajikan perubahan seluler yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel kulit baru, membantu dalam pemulihan luka bakar dan operasi bedah.
5. Asam Glutamat,
Sumber nutrisi bagi jaringan otak, meningkatkan kapasitas mental, membantu mempercepat penyembuhan luka, mengurangi kelelahan serta menyeimbangkan gula dalam darah.
6.Glycine,
Mempromosikan pelepasan oksigen yang dibutuhkan dalam proses pembuatan sel. Selain itu juga penting dalam pembuatan hormon yang bertanggung jawab untuk sistem kekebalan yang kuat.
7.Histidin,
Digunakan dalam pengobatan rheumatoid arthritis, alergi, borok, dan anemia. Kurangnya histidin dapat menyebabkan lemahnya pendengaran.
8.Serine,
Penting dalam menyimpan glukosa dalam hati dan otot. Antibodi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh serta mensintesis selubung asam lemak sekitar serat saraf.
9.Proline,
Sangat penting untuk fungsi yang tepat dari sendi dan tendon, serta membantu menjaga dan memperkuat otot-otot jantung.
10.Tryrosine,
Mengirimkan impuls saraf ke otak, membantu mengatasi depresi, meningkatkan memori, meningkatkan kewaspadaan mental, mempromosikan kesehatan fungsi tiroid, adrenal, dan kelenjar pituitari.

Begitulah bagaimana kandungan asam amino Kelor dapat menjaga, memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tubuh anda. fakta-fakta tersebut adalah hasil penelitian ilmiah para ahli dalam bidangnya, sehingga kita tidak perlu ragu lagi.
The Benefits

Vitamin dan Mineral dalam Kelor ( Moringa Oleifera Lam )

Vitamin dan Mineral dalam KELOR
(Moringa Oleifera Lam)

1. Vitamin

a. Vital bagi Tubuh
Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat,biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat).
Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Buah - buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.
Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan, maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain.
Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis.
Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A, maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidakboleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

b.Penuaan, Radikal Bebas dan Peran Vitamin
Penuaan tubuh merupakan hasil akumulasi dari berbagai kerusakan sel dan jaringan yang tidak dapat diperbaiki. Pada keadaan normal, kerusakan pada sel dan jaringan tubuh dapat diperbaiki melalui proses replikasi sel tubuh yang juga dikenal dengan istilah mitosis. Akan tetapi pada berbagai kasus, sel yang rusak tidak lagi dapat diperbaharui, melainkan terus terakumulasi dan berpotensi menyebabkan penuaan pada tubuh. Senyawa radikal bebas merupakan salah satu agen yang berkontribusi besar dalam peristiwa ini.
Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang paling rentan mengalami kerusakan oleh senyawa oksigen reaktif (radikal bebas). Hal ini terkait dengan banyaknya reaksi pelepasan oksigen bebas di dalam organel ini yang merupakan pusat metabolisme energi tubuh. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa tingkat kerusakan mitokondria ini berhubungan langsung dengan proses penuaan tubuh atau panjangnya umur suatu makhluk hidup. Selain itu, kerusakan DNAakibat reaksi oksidasi oleh radikal bebas juga turut berperan besar dalam peristiwa ini. Oleh karena itu, tubuh memerlukan suatu senyawa untuk menekan efek perusakan oleh radikal bebas. Vitamin merupakan satu dari berbagai jenis senyawa yang dapat menghambat reaksi perusakan tubuh oleh senyawa radikal bebas terkait dengan aktivitas antioksidannya. Asupan vitamin antioksidan yang cukup akan membantu tubuh mengurangi efek penuaan oleh radikal bebas, terutama oleh oksigen bebas yang reaktif. Selain itu, vitamin juga berkontribusi dalam menyokong sistem imun yang baik sehingga risiko terkena berbagai penyakit degeneratif dan penyakit lainnya dapat ditekan, terutama pada manula. Jadi, secara tidak langsung, asupan vitamin yang cukup dan seimbang dapat menciptakan kondisi tubuh yang sehat dan berumur panjang. Beberapa jenis vitamin telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Contoh vitamin yang banyak berperan sebagai senyawa antioksidan di dalam tubuh adalah vitamin C dan vitamin E. Vitamin E dapat membantu melindungi tubuh dari oksidasi senyawa radikal bebas. Vitamin ini juga mampu bekerja dalam kondisi kadar senyawa radikal bebas yang tinggi, sehingga mampu dengan efisien dan efektif menekan reaksi perusakan jaringan di dalam tubuh melalui proses oksidasi.
Di samping vitamin E, terdapat satu jenis vitamin lagi yang juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, yaitu vitamin C. Vitamin ini berinteraksi dengan senyawa radikal bebas di bagian cairan sel. Selain itu, vitamin C juga dapat memulihkan kondisi tubuh akibat adanya reaksi oksidasi dari berbagai senyawa berbahaya.
Bila kadar radikal bebas di dalam tubuh menjadi sangat berlebih dan tidak lagi dapat diantisipasi oleh senyawa antioksidan, maka akan timbul berbagai penyakit kronis, seperti kanker, arterosklerosis, penyakit jantung, katarak, alzhemeir,dan rematik.
Bagi orang yang memiliki sejarah penyakit kronis tersebut dalam garis keturunannya, dianjurkan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin C dan E sebagai sumber senyawa antioksidan. Selain itu, suplemen makanan juga dapat turut membantu mengatasi masalah tersebut.

c. Kelor mengandungan Vitamin yang berlimpah
Kelor mengandung Vitamin A(Alpha & Beta-carotene), B,  B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K, asamfolat, Biotin, dalam jumlah
yang berlimpah. Bahkan, berkali lipat dari sumber makanan yang dikenal sebagai sumber nutrisitinggi.
Pada dasarnya, ada dua kelompok vitamin, yaitu: yang larut dalam lemak dan yang larut dalam air.
Vitamin A, D, E, dan K, larut dalam lemak sehingga memerlukan lemak agar dapat diserap oleh tubuh. Kelebihan vitamin-vitamin tersebut akan disimpan dalam hati dan lemak tubuh Anda, kemudian digunakan saat diperlukan. Berlebihan mengkonsumsi vitamin yang larut dalam lemak, dapat membuat Anda keracunan sehingga menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, serta masalah hati dan jantung.
Vitamin B kompleks dan C, merupakan vitamin yang larut dalam air. Tubuh Anda menggunakan vitamin-vitamin itu sesuai kebutuhannya, kemudian mengeluarkan kelebihannya melalui urin. Karena vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh, risiko keracunan sangat kecil dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam lemak, tetapi risiko kekurangan lebih tinggi.

Saya menemukan beberapa sumber yang mempublikasikan kandungan nutrisi tanaman Kelor dengan nilai yang berbeda - beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya asal tanaman, teknik budidaya, waktu panen dan cara pengolahan hasil panen serta faktor pengujiannya.
Berikut beberapa peran vitamin yang terkandung dalam tanaman Kelor dalam menjaga tubuh tetap bugar (disarikan dari berbagai sumber yang berbeda).

1.Vitamin A
Vitamin A berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan jaringan
epitel, meningkatkan kekebalan, dan memerangi radikal bebas (antioksidan).
Kekurangan vitamin A adalah penyebab utama kebutaan pada anak - anak di banyak negara berkembang.
Vitamin A terdapat dalam makanan berwarna kuning-oranye, berdaun hijau gelap dan dalam bentuk retinol pada makanan yang berasal dari hewan.
Wortel, mangga, labu, pepaya, bayam, brokoli, selada air, kuning telur, susu dan hati adalah makanan yang kaya vitamin A.
Kelor mengandung vitamin A, 10 kali lebih banyak dan Beta Carotene 4 kali lebih banyak dibanding vitamin A yang terkandung dalam Wortel.

2. Vitamin B
Vitamin B adalah vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Dalam sejarahnya, vitamin B pernah diduga hanya mempunyai satu tipe, yaitu vitamin B (seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D). Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat dalam contohnya dalam beberapa makanan. Suplemen yang mengandung ke - 8 tipe ini disebut sebagai vitamin B kompleks. Masing - masing tipe vitamin B suplemen mempunyai nama masing - masing, seperti misalnya vitamin B1, B2, B3.
Kelor mengandung vitamin B sebanyak 423 mg/100 gram daun segar.

3.Vitamin B1 (tiamin)
Vitamin B1 melindungi sistem saraf, merangsang nafsu makan dan berperan dalam fungsi otot dan jantung. Tiamin juga membantu pengolahan karbohidrat, lemak dan alkohol. Kekurangan vitamin B1 menyebabkan penyakit yang disebut beri-beri, di mana penderita tidak dapat memproses karbohidrat dan lemak dengan baik dan mengembangkan berbagai gejala termasuk masalah jantung, saraf, peradangan nyeri sendi dan kurangnya nafsu makan. Vitamin B1 hadir dalam biji-bijian, jeroan, kacang polong, kacang tanah, kuning telur, beras merah, semua jenis daging, kentang, kubis, kacang hijau, pisang, dan pepaya.
Kelor mengandung vitamin B1 sebanyak 2,6 mg/100 gram daun kering. Dalam jumlah yang sama, kandungan B1 Kelor 4 kali lebih banyak dibanding kandungan vitamin B1 dalam daging babi dan 21 kali lebih banyak dibanding tepung terigu.

4. Vitamin B2 (riboflavin)
Vitamin ini membantu pencernaan protein, karbohidrat dan lemak dan melindungi kulit dan mata. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan penyakit
kulit, kesulitan mencerna makanan dan mata merah. Vitamin B2 hadir dalam kubis, susu, keju, kacang polong, telur, beras, wortel, ubi jalar, singkong, tomat, kacang, alpukat, nanas, pepaya, jambu biji, dan mangga.
Kelor mengandung 20,5 mg/100 gram daun kering. 50 kali lebih banyak dibanding kandungan vitamin B2 dalam Sardines.

5.Vitamin B 3 (Niasin)
Vitamin B3juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme
lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbaga jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.
Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.
Niasin (bahasa Inggris : niacin, nicotinic acid vitamine) adalah salah satu senyawa organik yang ditemukan pada tahun 1937, yang berfungsi untuk mencegah penyakit pelagra. Senyawa organik yang lain disebut nikotinamida, keduanya mengandung alkaloid nikotina dan kemudian disebut sebagai vitamin B3, meskipun nikotinamida bukanlah nikotinamina.
Sekitar tahun 1956, niasin mulai digunakan pertama kali untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah serangan jantung.
Niasin berfungsi dengan baik untuk meningkatkan kolesterol HDL menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, namun penggunaan yang berlebihan dapat berakibat gagal hati yang hanya dapat diatasi dengan transplantasi.
Manusia membutuhkan vitamin B3 5-15 mg/hari dengan batas maksimal 35 mg/hari. Kekurangan vitamin B3 akan menyebabkan pelagra dengan gejala umum diare, demensia dan dermatitis.
Kelor mengandung vitamin B3 sebanyak 8,2 mg/100 gram daun kering, 50 kali lebih banyak dari kandungan vitamin B3 dalam kacang tanah.

6. Vitamin B6 (piridoksin)
Bakteri pencernaan memproduksi vitamin ini dan sebagian diserap melalui dinding usus. Kekurangan vitamin ini menyebabkan masalah kulit seperti dermatitis seboroiki sekitar mata, hidung dan mulut. Pisang, alpukat, jeruk, tomat, apel, ayam, ikan, daging, telur, jeroan, kacang tanah dan kedelai adalah sumber vitamin B6 yang penting untuk metabolisme karbohidrat dan asam amino non-esensial.
Kelor mengandung 1.200 mg/100 gram daun segar, 29 kali lebih banyak dari apel dan 4,5 kali lebih banyak dari alpukat.

7. Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C terutama terdapat dalam buah jeruk, kiwi, melon, limau, jambu biji, sirsak, mangga, stroberi, pepaya, tomat, kubis dan cabai. Vitamin ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, membantu proses penyembuhan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh (membantu mencegah flu), merangsang sintesis kolagen, menjaga elastisitas kulit, dan menjaga kesehatan tulang, gigi, otot dan tendon. Vitamin C juga berperan sebagai antioksidan dan membantu penyerapan zat besi di usus.
Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan sariawan, mimisan, anemia, dan nyeri sendi. Namun, kekurangan vitamin C lebih jarang terjadi dibandingkan
kekurangan beberapa jenis vitamin B. Penderita penyakit kanker dan masalah pencernaan atau mereka yang mendapatkan infus lebih mudah terkena kekurangan vitamin C.

Karena mudah rusak oleh panas dan cahaya, makanan yang mengandung vitamin C harus disimpan di tempat sejuk dan teduh. Konsumsi vitamin C terlalu banyak dapat membahayakan karena menyebabkan diare dan batu ginjal. Karena vitamin C membantu penyerapan zat besi, dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan kelebihan zat besi.
Kelor mengandung Vitamin C sebanyak 220 mg/100 gram daun segar, 7 kali lebih bayak dari jeruk dan 10 kali lebih banyak dari anggur.

8. Vitamin D (kalsiferol)
Vitamin D
sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, karena mengontrol penyerapan kalsium dan fosfor yang penting untuk metabolisme tulang. Kekurangan vitamin D pada anak-anak akan menyebabkan penyakit rakhitis, dan pada orang dewasa menyebabkan osteomalasia, kondisi di mana tulang menjadi lemah dan lunak.
Vitamin D dapat diproduksi tubuh saat kulit menerima ultraviolet dari sinar matahari. Kekurangan vitamin D dapat terjadi pada mereka yang memiliki diet rendah vitamin D atau jarang terkena sinar matahari. Dosis besar vitamin D dapat menyebabkan kelebihan kalsium, terutama pada anak-anak, yang mengganggu pembentukan tulang. Namun, hal tersebut sangat jarang terjadi. Tidak ada rekomendasi mengenai diet vitamin D untuk orang dewasa yang hidup normal dan cukup terpapar sinar matahari.
Dibandingkan dengan susu, dalam berat yang sama (100 gram), daun Kelor segar mengandung Vitamin D alami 4 kali lebih banyak dan daun Kelor kering mengandung vitamin D 17 kali lebih banyak.
9. Vitamin E (tokoferol)
Vitamin ini adalah antioksidan penting yang mencegah penuaan dini sel-sel, merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko katarak, melindungi dari penyakit jantung, mencegah penyakit kanker dan menjaga kesehatan kulit. Kekurangan vitamin E pada manusia jarang terjadi, kecuali pada bayi prematur dan mereka yang memiliki masalah pencernaan.
Vitamin E hadir dalam minyak wijen, kacang kedelai, beras, jagung dan biji bunga matahari, kuning telur, kacang - kacangan dan sayuran.
Kelor mengandung vitamin E sebanyak 113 mg/100 gram serbuk daun, 3 kali lebih banyak dari bayam dan 4 kali lebih banyak dibanding
vitamin E yang terkandung dalam Minyak Jagung.

10. Vitamin K,(Phylloquinone)
Vitamin K terlibat dalam pembekuan darah dan kekurangann ya dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan dan kesulitan dalam penyembuhan.
Kekurangan vitamin ini jarang terjadi, kecuali pada bayi baru lahir dan mereka yang memiliki masalah penyerapan atau metabolisme vitamin, seperti penderita penyakit hati kronis. Selada, kubis, kembang kol, bayam, kangkung, susu, dan sayuran berdaun hijau tua adalah sumber terbaik vitamin ini.
Kelor mengandung 108 μg/100 gram daun kering, 1,5 kali lebi banyak dari kubis,



2. Mineral

Mineral (seperti tembaga, besi, kalsium,kalium) adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil) untuk menjaga kesehatan. Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi. kita perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa mineral atau vitamin, beberapa vitamin atau mineral tidak akan berfungsi dengan baik.
Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik sedangkan vitamin senyawa organik. Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh kita. Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang dari 100mg sehari.
Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc adalah contoh mineral minor. Mineral minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan mineral minor akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.
Ketika pola makan kita sehat dan bervariasi, maka tubuh akan mendapatkan cukup mineral. Namun, bila pola makan tidak seimbang atau tubuh memiliki gangguan penyerapan mineral, maka tubuh dapat mengalami kekurangan mineral. Dalam kondisi tersebut, kita mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan vitamin.
Kelor mengandung mineral Kalsium, Kromium, Tembaga, Fluorin, Besi, Mangan, Magnesium, Molybdenum, Fosfor, Kalium, Sodium, Selenium, Sulphur, Zinc.
Berikut beberapa manfaat mineral yang terdapat pada Kelor bagi kebugaran tubuh.
1. Kalsium
Susu merupakan sumber kalsium yang paling kita kenal. Meminum
susu secara teratur memastikan tubuh memiliki tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik. Tulang terus tumbuh dan berkembang sampai usia kita 30 tahun. Setelah itu, pertumbuhan tulang tidak secepat penyusutannya. Jika tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium, maka tulang akan keropos di usia 50 tahun. Kalsium dapat memperlambat proses pengeroposan tulang ini.
Kalsium adalah mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh. Sekitar 2 - 3 persen dari berat badan kita adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam tulang dan gigi dan 1% dalam darah. Selain untuk pemeliharaan tulang dan gigi, kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung.
Kelor mengandung 440 mg/100 gram daun segar dan 2.003 mg/100 gram daun kering. Kandungan itu 17 kali lebih banyak dibanding Susu dan 8,79 kali lebih banyak dalam bentuk bioavailable.

2.Tembaga
Tembaga adalah trace element penting bagi kebanyakan hewan, termasuk manusia. Zat ini diperlukan untuk menyerap dan memanfaatkan zat besi. Tembaga terlibat dalam penyerapan, penyimpanan, dan metabolisme besi. Pengaruh tembaga pada kesehatan adalah sebagai bagian dari enzim. Gejala-gejala defisiensi tembaga mirip dengan anemia defisiensi zat besi. Tembaga dapat diserap oleh lambung dan mukosa usus kecil, namun sebagian besar diserap oleh usus kecil. Tembaga ditemukan dalam darah berikatan dengan protein.
Kelor mengandung tembaga 3.1 mg/100 gram polong dan 1,1 mg/100 gram daun segar, 28 kali lebih banyak dibanding kan dengan jeruk, dan 1.85 kali lebih banyak yang disimpan dalam hati.

3. Zat Besi
Disimpan dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.
Ada dua jenis zat besi dalam makanan: besi heme mudah diserap tubuh dan ditemukan dalam daging, unggas dan ikan.
Besi non-heme lebih sulit diserap tubuh dan terdapat dalam tumbuh -tumbuhan seperti kacang-kacangan, brokoli, bayam dan kangkung. Tubuh dapat menyerap 20-40 persen zat besi dari sumber hewani dan 5-20 persen besi dari sumber nabati.
Sayuran perlu lebih banyak dikonsumsi untuk mendapatkan zat besi yang dibutuhkan. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, kita perlu bantuan vitamin C.
Kelor mengandung zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram daun kering, 25 kali lebih banyak dibanding bayam, 3 kali lebih banyak dari kacang almond dan 1,77 kali lebih banyak banyak yang diserap ke dalam darah.

4. Mangan
Mangan (manganese) adalah mineral penting yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk memproduksi enzim yang diperlukan untuk metabolisme protein dan lemak. Zat ini juga mendukung sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan gula darah serta terlibat dalam produksi energi sel, reproduksi, dan pertumbuhan tulang.
Kelor mengandung mangan sebanyak 1,06 mg/100 gram daun segar, dan 0,858 mg/100 gram daun kering, 36 kali lebih banyak dibanding jeruk, 37 kali lebih banyak dibanding telur dan 1,63 kali lebih banyak yang disimpan dalam hati.

5. Magnesium
Magnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah.
Magnesium berperan penting dalam pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh, produksi dan transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, kontraksi dan relaksasi otot. Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian lain di dalam darah dan otot. Jika kita tidak memiliki cukup magnesium dalam darah, tubuh akan mengambilnya dari tulang, yang pada gilirannya juga dapat menyebabkan tulang keropos.
Kelor mengandung magnesium sebanyak 368 mg/100 gram daun kering, 4,6 kali lebih banyak dibanding bayam dan 24 mg/100 gram daun segar, 3,5 kali lebih banyak dibanding buah anggur merah, serta 2,20 kali lebih banyak dalam bentuk bioavailable.

6. Fosfor
Fosfor adalah sebuah mineral yang ditemukan dalam banyak makanan termasuk produk susu dan daging. Fosfor penting untuk tulang dan gigi yang kuat, serta untuk fungsi saraf yang tepat. Fosfor merupakan bagian dari kerangka struktural molekul biologis seperti DNA dan RNA. Sel-sel hidup juga menggunakan fosfor untuk transportasi seluler. Fosfor biasanya ditemukan di alam bersenyawa dengan oksigen, sebagai fosfat. Kebanyakan fosfat dalam tubuh manusia terdapat di tulang, tapi fosfat yang mengandung molekul (fosfolipid) juga merupakan komponen dari membran sel dan kolesterol.
Pada gizi manusia fospor berhubungan erat dengan kalsium, oleh karena Kalsium dan fospor sumber utamanya susu, merupakan pembentuk tulang, membutuhkan vitamin D untuk absorpsidan keduanya sangat dipengaruhi oleh hormon paratiroid.
Kelor mengandung 204 mg fosfor/100 gram daun kering dan 110 mg/100gram polongnya. Dalam berat yang sama, kandungan fosfor dalam daun Kelor
4 kali lebih banyak dibanding bayam dan 1,5 kali lebih banyak dibanding susu.

7. Kalium
Kalium (sering disebut juga potasium), natrium dan klorida adalah mineral yang larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka terpecah menjadi ion-ion. Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh tetap konstan dan tidak berfluktuasi. Ketiganya juga berperan penting dalam transportasi
glukosa ke dalam sel dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi impuls saraf, irama jantung dan fungsi otot. Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan mengantuk, kecemasan, mual, kelemahan, dan detak jantung tidak teratur.
Kelor kaya dengan kalium, terdapat 1.324 mg kalium/100 gram daun kering dan 259 mg/100 gram daun segarnya. Kandungan kalium dalam Kelor 15 kali lebih banyak dibanding pisang, 3,5 kali lebih banyak dibanding susu, dan 9 kali lebih banyak dari telur.

8. Selenium
Kita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk kesehatan liver (hati). Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanamannya. Pengolahan tanah intensif memiliki selenium yang rendah.
Kelor mengandung 0,9μg/100 gram daun kering, meskipun kecil namun memiliki 17,60 kali efek antioksidan.

9. Zinc.
Zinc terdapat di semua sel tubuh, terutama pada kulit, kuku, rambut dan mata. Pada kaum pria, zinc juga disimpan pada prostat.
Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan alkohol, berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa.Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau dan kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam.
Kelor mengandung Zinc 0,6 mg/100 gram daun segar, 6 kali lebih banyak dibanding almond dan 6,46 kali lebih banyak terserap ke dalam darah.