Kamis, 12 Februari 2015

Manfaat dan Khasiat Penyembuhan (lanjutan)


2.5 Peluruh Lemak (Kolesterol Jahat)

Bahaya Kolesterol Jahat (LDL)
Kelor telah lama digunakan dalam tradisi medis Ayurvedic dari India untuk memerangi penyakit kardiovaskular dan obesitas atau kegemukan. Kolesterol merupakan elemen penting dalam membangun dan memperbaiki sel-sel dalam tubuh. Pada dasarnya, ada dua tipe dasar kolesterol yaitu Lipoprotein low-density (LDL) dan high-density(HDL). Masing-masing memainkan peran yang sangat berbeda dalam menjaga kesehatan fisik. HDL membantu menghilangkan timbunan lemak dari aliran darah, meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang sehat dan mempromosikan arteri.

Sedangkan LDL yang lebih dikenal sebagai kolesterol jahat dan memiliki hampir efek berlawanan pada tubuh, menyebabkan timbunan lemak terbentuk dalam pembuluh darah dan berkontribusi terhadap penyakit jantung, stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Sel darah putih dalam aliran darah mencegah serangan LDL yang menyebabkan peradangan dan memburuknya penyumbatan yang disebabkan oleh kolesterol.

Peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit pembuluh darah dan atheroschlerosis serta arteriosclerotic yang merupakan penyakit kardiovaskular. Selain itu, LDL telah diketahui menjadi penyebab berkurangnya sistem kekebalan tubuh yang menjadi ancaman signifikan terhadap kesehatan dan kebugaran.

Mengontrol tingkat LDL dalam darah dan sistem peredaran darah sangat penting untuk memperpanjang hidup dan meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, terutama pada individu yang sebagian besar menderita kelebihan berat badan atau obesitas.

Banyak makanan yang menjadi penyebab meningkatnya kadar LDL dalam aliran darah. Namun, studi medis menunjukkan bahwa 80% dari hasil produksi kolesterol justru berasal dari dalam tubuh itu sendiri, terutama dalam hati selama pemecahan makanan. Sementara mempertahankan kolesterol yang sehat, diet rendah lemak sangat membantu dalam mengurangi kolesterol, namun perubahan pola makan saja biasanya tidak cukup untuk mengelola kadar kolesterol jahat secara efektif.

Kelor dan kolesterol

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2000 menunjukkan bahwa penurunan yang signifikan dalam kadar kolesterol jahat pada tikus di laboratorium, terjadi saat serbuk Kelor ditambahkan kedalam makanan normal mereka sehari-hari. Percobaan ini memperbandingkan dampak pada tikus yang diberi diet tinggi lemak serta diet standar, hasilnya menunjukan pemberian daun Kelor berdampak sangat nyata pada menurunya kadar kolesterol secara keseluruhan.

Kelompok kontrol juga diberi diet normal dan tinggi lemak, namun tidak
menunjukkan pengurangan LDL dalam serum darah tikus tersebut. Hasil ini memberikan bukti konkret untuk membenarkan klaim yang dibuat oleh tenaga medis Ayurvedic selama berabad-abad, yang menyatakan bahwa daun Kelor menawarkan perlindungan terukur terhadap penumpukan kolesterol jahat dalam darah.

Hasil Uji Coba the Lipid Research Clinics Primary Prevention yang diterbitkan pada 1984, menunjukkan bahwa pengurangan secara keseluruhan kadar kolesterol dalam darah memiliki efek langsung dan terukur pada jumlah kasus baru dari penyakit jantung dan angina. Dalam istilah awam, mengurangi kolesterol juga mengurangi kemungkinan penyakit jantung yang serius. Bahkan, mengurangi kadar kolesterol jahat sebesar 25% dapat menghasilkan pengurangan tingkat serangan jantung, stroke dan kolesterol lainnya yang berhubungan dengan penyakit sebanyak 50%.

Fakta ini membuat pengurangan kolesterol menjadi tujuan utama dalam mencapai hasil yang lebih baik bagi pasien yang mungkin cenderung mengalami kondisi tersebut. Memasukkan suplemen Kelor ke dalam bahan makanan sehari-hari bagimereka yang telah didiagnosis dengan kadar LDL tinggi, dapat memberikan penyembuhanyang signifikan.
Bukti bahwa daun Kelordapat memerangi kolesterol jahat (LDL) sangat banyak. Dengan menjadikan daun Kelorsebagai asupan suplemen alami sehat setiap hari, kita dapat melindungi diri dari efek kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah. Bahkan, lebih efektif dengan tanpa adanya perubahan besar pada gaya hidup lainnya.


2.6. Atasi Asam Urat dan Nyeri Sendi (Rheumatik)

Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin dalam tubuh manusia yang tidak memiliki fungsi fisiologis, yang dianggap sebagai produk buangan yang dapat menimbulkan peradangan ketika melebihi batas normal (Wibowo, 2004). Batas normal kadar asam urat dalam darah manusia menurut Wiryowidagdo (1966) secara umum untuk laki-laki dewasa berkisar antara 3,5-7,2 mg/dl dan untuk perempuan 2,6-6,0 mg/dl.

Pada kondisi patofisiologis dapat terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal yang disebut hiperurisemia. Menurut Wibowo (2004) hiperurisemia dapat disebabkan oleh tingkat produksi asam urat yang berlebih, ekskresi asam urat melalui ginjal yang berkurang, atau kombinasi keduanya. Hiperurisemia dapat menyebabkan deposisi kristal asam urat pada persendian sehingga menimbulkan rasa nyeri dengan gejala bengkak merah, dikenal dengan istilah gout atau arthritis pirai.

Hiperurisemia merupakan salah satu jenis penyakit rheumatik yang gejalanya dapat diketahui dengan mudah, diantaranya rasa nyeri pada persendian. Rasa nyeri pada persendian berkaitan erat dengan aktivitas jaringan penyambung dan metabolisme sistem muskuloskeletal. Meskipun tidak menimbulkan kematian, kerugian yang ditimbulkan penyakit ini berdampak pada sistem ekonomi karena kemampuan fisik yang menurun.

Penderita penyakit ini ditemui pada beberapa daerah di Indonesia, diantaranya hasil penelitian yang dilakukan Silvia (1985) yang menyebutkan bahwa hiperurisemia dan gout di Indonesia persentasenya sangat tinggi, terutama masyarakat Jawa dan Sulawesi Selatan yang berdomisili di pesisir, dengan kebiasaan harian masyarakatnya mengkonsumsi alkohol dan ikan laut. Sedangkan menurut Darmawan (1998) di Jawa Tengah pada tahun 1989 diantara 4.683 orang berusia 15 - 45 tahun yang diteliti, ditemukan 8% menderita asam urat tinggi (7,5% pria dan 0,5% wanita).

Hiperurisemia dan gout umumnya menyerang laki-laki, dan laki-laki gemuk mempunyai kecenderungan lebih tinggi terserang penyakit tersebut. Persentase penyakit hiperurisemia dan goutmenyerang laki-laki sangat tinggi dibandingkan perempuan yang baru muncul setelah menopause. Hal ini disebabkan pada perempuan disekresikan hormon reproduksi (estrogen dan progesteron) yang ikut membantu pembuangan sisa metabolisme tubuh (Wibowo, 2004).

Menurut Guyton (1996) hormon reproduksi yang membantu proses pembuangan tersebut merangsang perkembangan folikel yang mampu meningkatkan kecepatan proliferasi sel, menghambat keaktifan sistem pembawa pesan kedua siklus adenosin monofosfat (cAMP). CAMP menurut Soewolo (2000) diduga dapat mengaktifkan enzim protein kinase yang mempercepat aktivitas metabolik, diantaranya metabolisme purin dan pirimidin.

Pemicu Asam Urat dan Pencegahannya

Makanan yang memicu terbentuknya asam urat melebihi kadar normal dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Pertama, makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100gr makanan) adalah diantaranya hati, ginjal, otak, jantung, udang, remis, kerang, sarden, ekstrak daging (abon, dendeng), tape dan alkohol.
Kedua, makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/ 100 gram makanan) yaitu daging sapi, kerang, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya dan kangkung.
Ketiga, makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu dan telur (Wibowo, 2004).

Pengobatan dan pencegahan hiperurisemia yang sudah ada dilakukan dengan mengurangi tingkat produksi asam urat atau meningkatkan ekskresinya. Dua jenis obat yang digunakan untuk terapi hiperurisemia adalah obat urikosurik dan penghambat enzim xanthine oksidase. Obat obat urikosurik bekerja meningkatkan kebersihan ginjal dari asam urat dengan menghambat reabsorbsi tubular asam urat di ginjal. Kekurangan dari obat urikosurik ialah perlunya alkalinasi urin yang dikontraindikasikan pada pasien penderita kelainan fungsi ginjal.

Sekarang, hanya allopurinol yang masih diperbolehkan digunakan untuk mengurangi produksi asam urat. Allopurinol diberikan ketika obat urikosurik tidak berhasil mengurangi kadar asam urat darah sampai di bawah 7 mg/dl atau jika pasien intoleran terhadap obat urikosurik. Namun, allopurinol dapat menyebabkan efek samping seperti nefropati dan reaksi alergi, sehingga diperlukan obat hiperurisemik yang memiliki efektivitas dan keamanan lebih tinggi (Schlesinger, 2002).

Kelor, Obat Alami Asam Urat

Kelor sudah sejak lama dikenal dan digunakan sebagai alternatif alami yang dapat mengurangi rasa nyeri pada persendian. Pemanfaatan tanaman Kelor, terutama daun dan akar sering digunakan sebagai alternatif alami pengobatan rheumatik dan encok. Beberapa daerah yang penduduknya memanfaatkan Kelor sebagai pengobatan rheumatik adalah Minahasa, Sulawesi Selatan dan Ujung Pandang.

Kandungan alkaloid tanaman Kelor yang dapat menurunkan rasa nyeri akibat rheumatik adalah kholkisin. Kolkisin mempunyai khasiat anti inflamasi dan analgesik yang spesifik untuk encok dengan efek cepat yaitu 0,5 2 jam setelah serangan akut. Daya kerjanya diperkirakan berdasarkan hambatan phagositosis dari leukosit sehingga siklus peradangan diputuskan, serta stabilisasi lisosom meningkat. Di samping itu kholkisin juga berdaya anti mitotik, menghambat proses pembelahan sel (mitosis), Ganiswara (1995).

Selain kolkisin, Flavonoid juga diduga dapat menurunkan rasa nyeri persendian akibat rheumatik, dengan aktivitas fisiologinya yaitu inhibisi phosporilasi protein oleh protein kinase dalam netrophil (bagian dari leukosit), yang diaktifkan oleh cAMP untuk merangsang aktivitas metabolik. Menurut Tahupeiory (1996) flavonoid dan alkaloid yang terdapat pada suatu tanaman mampu menghambat sintesis asam urat dan mendegradasikannya.

Senyawa alkaloid yang terkandung pada tanaman Kelor yang mampu menghambat sintesis asam urat dan juga bersifat anti inflamasi adalah kholkisin. Kholkisin menghambat aktivitas xanthin oksidase yang mendegradasikan xanthin dan hipoxantin menjadi asam urat. Selain itu juga kholkisin menurut Guyton (1987) memutuskan siklus peradangan dengan menghambat phagositosis leukosit yang menyebabkan stabilisasi lisosom meningkat.

Pada tahun 2008, Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Putra Universitas di Malaysia, menerbitkan penelitian yang bertujuan untuk menguji apakah Kelor memiliki aktivitas Antinociceptive dan Anti-inflamasi, seperti halnya obat yang digunakan dalam pengobatan modern seperti NSAID (non steroid anti-inflammatory drugs). Penelitian ini menemukan bahwa daun
Kelor memiliki aktivitas zat antinociceptive dan anti-inflamasi, bahkan dalam jumlah tinggi. Ini pun berarti bahwa benar Kelor digunakan dalam pengobatan tradisional India sebagai pengobatan untuk Arthritis dan Gout.

Efek dari Kelor yang menekan enzim COX-2. enzim ini bertanggung jawab untuk proses inflamasi dan nyeri. Biasanya obat yang digunakan untuk menekan enzim ini adalah NSAID-seperti Voltaren, Nksin, Adoil, Arcoxia, Kaspodll. Namun NSAID memiliki efek samping yang berbahaya seperti resiko stroke, masalah ginjal, masalah pembuluh darah, masalah perut dan banyak lagi. Kelor adalah pohon yang telah digunakan sebagai makanan dan obat-obatan alami sepanjang sejarah, yang berarti bahwa Kelor jauh lebih aman digunakan daripada NSAID dengan efektivitas penyembuhan yang sama dan tanpa efek samping.

Saat ini dengan kembali ke pengobatan alami dan herbal, Kelor menawarkan solusi luar biasa untuk berbagai kondisi medis. Sebuah penelitian di Indonesia menyimpulkan bahwa :
  1. Ekstrak daun Kelor (M. oleifera Lamk.) memberikan pengaruh terhadap kadar asam uratdarah mencit (Mus musculus)
  2. Konsentrasi ekstrak daun Kelor (M. oleifera Lamk.) yang efektif berpengaruh terhadap kadar asam urat darah mencit hiperurisemia adala konsentrasi 7,5 % dengan nilai sebesar 4,4 mg/dl. (Jumat Hadisasono, 2007).



2.7. Tonik Penguat Jantung

Vitamin untuk kesehatan jantung adalah vitamin tertentu yang memberikan
kontribusi untuk kesehatan dan fungsi jantung secara keseluruhan, serta membantu mencegah penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya. Kelompok yang paling penting dari vitamin khusus untuk kesehatan jantung adalah keluarga vitamin B. Vitamin ini melayani fungsi tertentu yang secara signifikan dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Kelor kaya dengan vitamin B, khusus nya asam folat, vitamin B 6 dan B12. Semua vitamin itu bertanggung jawab untuk membantu tubuh menghilangkan homosistein dari darah. Tingginya kadar homosistein dapat menyebabkan kerusakan pada arteri. Daging merupakan sumber yang baik dari vitamin B, itulah mengapa vegetarian memiliki tingkat risiko peningkatan homocysteine yang berbahaya. Terutama, bila mereka tidak cukup mengkonsumsi vitamin yang penting untuk kesehatan jantung.

Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa asam folat dan vitamin B lainnya mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Vitamin B 3 dalam Kelor, yang dikenal lebih umum sebagai niacin, juga dapat mengurangi kolesterol dalam konsentrasi tinggi. Selain itu, vitamin jantung lainnya seperti Vitamin E dan Vitamin C dalam Kelor, bekerja sama untuk mencegah penyakit jantung dan penyakit lain melalui kemampuan antioksidannya.

Kelor mengandung 36 antioksidan kuat yang menghilangkan limbah racun hasil dari reaksi kimia dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk membersihkan bahan kimia (radikal bebas) yang sangat reaktif yang beredar dalam tubuh, sebelum menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Kerusakan akibat racun dan radikal bebas yang beredar dalam tubuh inilah yang diyakini menjadi pnyebab penyakit jantung, kanker dan p
enuaan dini.
Kelor mempertahankan posisi sentral dalam pengobatan allopathic dari berbagai masalah jantung. Kelor mengandung glikosida jantung yang digunakan di seluruh dunia untuk pengobatan gagal jantung dan arrythmias, membantu meningkatkan kekuatan denyut jantung, dan menormalkan tingkat tekanannya. Masalah jantung sering disebabkan oleh adanya kekurangan suplai darah karena penyumbatan di arteri koroner.

Obat herbal seperti Kelor, memelihara jantung dengan cara yang lebih alami dan hampir tanpa efek samping. Selain berlimpah vitamin, mineral dan zat aktif yang secara bersama-sama memiliki kemampuan menguatkan jantung, Kelor pun mengatasi penyebab penyakit jantung langsung dari akar masalahnya.
The Herbalist Medis mengakui Kelor menopang sistem kardiovaskular dan dikenal sebagai kelompok cardiac remedies yaitu istilah umum untuk herbal yang memiliki tindakan pada jantung. Kelor memiliki semua senyawa alami yang diperlukan untuk menjaga jantung dalam jumlah
yang berlimpah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar