2.5
Peluruh Lemak (Kolesterol Jahat)
Bahaya
Kolesterol Jahat (LDL)
Kelor
telah lama digunakan dalam tradisi medis Ayurvedic dari India untuk
memerangi penyakit kardiovaskular dan obesitas atau kegemukan.
Kolesterol merupakan elemen penting dalam membangun dan memperbaiki
sel-sel dalam tubuh. Pada dasarnya, ada dua tipe dasar kolesterol
yaitu Lipoprotein low-density (LDL) dan high-density(HDL).
Masing-masing memainkan peran yang sangat berbeda dalam menjaga
kesehatan fisik. HDL membantu menghilangkan timbunan lemak dari
aliran darah, meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang
sehat dan mempromosikan arteri.
Sedangkan
LDL yang lebih dikenal sebagai kolesterol jahat dan memiliki hampir
efek berlawanan pada tubuh, menyebabkan timbunan lemak terbentuk
dalam pembuluh darah dan berkontribusi terhadap penyakit jantung,
stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Sel darah putih dalam
aliran darah mencegah serangan LDL yang menyebabkan peradangan dan
memburuknya penyumbatan yang disebabkan oleh kolesterol.
Peningkatan
kadar kolesterol jahat dalam tubuh berhubungan dengan peningkatan
risiko penyakit pembuluh darah dan atheroschlerosis serta
arteriosclerotic yang merupakan penyakit kardiovaskular. Selain itu,
LDL telah diketahui menjadi penyebab berkurangnya sistem kekebalan
tubuh yang menjadi ancaman signifikan terhadap kesehatan dan
kebugaran.
Mengontrol
tingkat LDL dalam darah dan sistem peredaran darah sangat penting
untuk memperpanjang hidup dan meningkatkan kondisi fisik secara
keseluruhan, terutama pada individu yang sebagian besar menderita
kelebihan berat badan atau obesitas.
Banyak
makanan yang menjadi penyebab meningkatnya kadar LDL dalam aliran
darah. Namun, studi medis menunjukkan bahwa 80% dari hasil produksi
kolesterol justru berasal dari dalam tubuh itu sendiri, terutama
dalam hati selama pemecahan makanan. Sementara mempertahankan
kolesterol yang sehat, diet rendah lemak sangat membantu dalam
mengurangi kolesterol, namun perubahan pola makan saja biasanya tidak
cukup untuk mengelola kadar kolesterol jahat secara efektif.
Kelor
dan kolesterol
Sebuah
studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun
2000 menunjukkan bahwa penurunan yang signifikan dalam kadar
kolesterol jahat pada tikus di laboratorium, terjadi saat serbuk
Kelor ditambahkan kedalam makanan normal mereka sehari-hari.
Percobaan ini memperbandingkan dampak pada tikus yang diberi diet
tinggi lemak serta diet standar, hasilnya menunjukan pemberian daun
Kelor berdampak sangat nyata pada menurunya kadar kolesterol secara
keseluruhan.
Kelompok
kontrol juga diberi diet normal dan tinggi lemak, namun tidak
menunjukkan
pengurangan LDL dalam serum darah tikus tersebut. Hasil ini
memberikan bukti konkret untuk membenarkan klaim yang dibuat oleh
tenaga medis Ayurvedic selama berabad-abad, yang menyatakan bahwa
daun Kelor menawarkan perlindungan terukur terhadap penumpukan
kolesterol jahat dalam darah.
Hasil
Uji Coba the Lipid Research Clinics Primary Prevention yang
diterbitkan pada 1984, menunjukkan bahwa pengurangan secara
keseluruhan kadar kolesterol dalam darah memiliki efek langsung dan
terukur pada jumlah kasus baru dari penyakit jantung dan angina.
Dalam istilah awam, mengurangi kolesterol juga mengurangi kemungkinan
penyakit jantung yang serius. Bahkan, mengurangi kadar kolesterol
jahat sebesar 25% dapat menghasilkan pengurangan tingkat serangan
jantung, stroke dan kolesterol lainnya yang berhubungan dengan
penyakit sebanyak 50%.
Fakta
ini membuat pengurangan kolesterol menjadi tujuan utama dalam
mencapai hasil yang lebih baik bagi pasien yang mungkin cenderung
mengalami kondisi tersebut. Memasukkan suplemen Kelor ke dalam bahan
makanan sehari-hari bagimereka yang telah didiagnosis dengan kadar
LDL tinggi, dapat memberikan penyembuhanyang signifikan.
Bukti
bahwa daun Kelordapat memerangi kolesterol jahat (LDL) sangat banyak.
Dengan menjadikan daun Kelorsebagai asupan suplemen alami sehat
setiap hari, kita dapat melindungi diri dari efek kadar kolesterol
jahat yang tinggi dalam darah. Bahkan, lebih efektif dengan tanpa
adanya perubahan besar pada gaya hidup lainnya.
2.6.
Atasi Asam Urat dan Nyeri Sendi (Rheumatik)
Asam
urat merupakan hasil akhir metabolisme purin dalam tubuh manusia
yang tidak memiliki fungsi fisiologis, yang dianggap sebagai produk
buangan yang dapat menimbulkan peradangan ketika melebihi batas
normal (Wibowo, 2004). Batas normal kadar asam urat dalam darah
manusia menurut Wiryowidagdo (1966) secara umum untuk laki-laki
dewasa berkisar antara 3,5-7,2 mg/dl dan untuk perempuan 2,6-6,0
mg/dl.
Pada
kondisi patofisiologis dapat terjadi peningkatan kadar asam urat
dalam darah melebihi batas normal yang disebut hiperurisemia.
Menurut Wibowo (2004) hiperurisemia dapat disebabkan oleh tingkat
produksi asam urat yang berlebih, ekskresi asam urat melalui ginjal
yang berkurang, atau kombinasi keduanya. Hiperurisemia dapat
menyebabkan deposisi kristal asam urat pada persendian sehingga
menimbulkan rasa nyeri dengan gejala bengkak merah, dikenal dengan
istilah gout atau arthritis pirai.
Hiperurisemia
merupakan salah satu jenis penyakit rheumatik yang gejalanya dapat
diketahui dengan mudah, diantaranya rasa nyeri pada persendian. Rasa
nyeri pada persendian berkaitan erat dengan aktivitas jaringan
penyambung dan metabolisme sistem muskuloskeletal. Meskipun tidak
menimbulkan kematian, kerugian yang ditimbulkan penyakit ini
berdampak pada sistem ekonomi karena kemampuan fisik yang menurun.
Penderita
penyakit ini ditemui pada beberapa daerah di Indonesia, diantaranya
hasil penelitian yang dilakukan Silvia (1985) yang menyebutkan bahwa
hiperurisemia dan gout di Indonesia persentasenya sangat tinggi,
terutama masyarakat Jawa dan Sulawesi Selatan yang berdomisili di
pesisir, dengan kebiasaan harian masyarakatnya mengkonsumsi alkohol
dan ikan laut. Sedangkan menurut Darmawan (1998) di Jawa Tengah pada
tahun 1989 diantara 4.683 orang berusia 15 - 45 tahun yang diteliti,
ditemukan 8% menderita asam urat tinggi (7,5% pria dan 0,5% wanita).
Hiperurisemia
dan gout umumnya menyerang laki-laki, dan laki-laki gemuk mempunyai
kecenderungan lebih tinggi terserang penyakit tersebut. Persentase
penyakit hiperurisemia dan goutmenyerang laki-laki sangat tinggi
dibandingkan perempuan yang baru muncul setelah menopause. Hal ini
disebabkan pada perempuan disekresikan hormon reproduksi (estrogen
dan progesteron) yang ikut membantu pembuangan sisa metabolisme tubuh
(Wibowo, 2004).
Menurut
Guyton (1996) hormon reproduksi yang membantu proses pembuangan
tersebut merangsang perkembangan folikel yang mampu meningkatkan
kecepatan proliferasi sel, menghambat keaktifan sistem pembawa pesan
kedua siklus adenosin monofosfat (cAMP). CAMP menurut Soewolo (2000)
diduga dapat mengaktifkan enzim protein kinase yang mempercepat
aktivitas metabolik, diantaranya metabolisme purin dan pirimidin.
Pemicu
Asam Urat dan Pencegahannya
Makanan
yang memicu terbentuknya asam urat melebihi kadar normal dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
Pertama,
makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100gr makanan)
adalah diantaranya hati, ginjal, otak, jantung, udang, remis, kerang,
sarden, ekstrak daging (abon, dendeng), tape dan alkohol.
Kedua,
makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/ 100 gram makanan)
yaitu daging sapi, kerang, kacang-kacangan kering, kembang kol,
bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya dan
kangkung.
Ketiga,
makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan)
adalah keju, susu dan telur (Wibowo, 2004).
Pengobatan
dan pencegahan hiperurisemia yang sudah ada dilakukan dengan
mengurangi tingkat produksi asam urat atau meningkatkan ekskresinya.
Dua jenis obat yang digunakan untuk terapi hiperurisemia adalah obat
urikosurik dan penghambat enzim xanthine oksidase. Obat obat
urikosurik bekerja meningkatkan kebersihan ginjal dari asam urat
dengan menghambat reabsorbsi tubular asam urat di ginjal. Kekurangan
dari obat urikosurik ialah perlunya alkalinasi urin yang
dikontraindikasikan pada pasien penderita kelainan fungsi ginjal.
Sekarang,
hanya allopurinol yang masih diperbolehkan digunakan untuk mengurangi
produksi asam urat. Allopurinol diberikan ketika obat urikosurik
tidak berhasil mengurangi kadar asam urat darah sampai di bawah 7
mg/dl atau jika pasien intoleran terhadap obat urikosurik. Namun,
allopurinol dapat menyebabkan efek samping seperti nefropati dan
reaksi alergi, sehingga diperlukan obat hiperurisemik yang memiliki
efektivitas dan keamanan lebih tinggi (Schlesinger, 2002).
Kelor,
Obat Alami Asam Urat
Kelor
sudah sejak lama dikenal dan digunakan sebagai alternatif alami yang
dapat mengurangi rasa nyeri pada persendian. Pemanfaatan tanaman
Kelor, terutama daun dan akar sering digunakan sebagai alternatif
alami pengobatan rheumatik dan encok. Beberapa daerah yang
penduduknya memanfaatkan Kelor sebagai pengobatan rheumatik adalah
Minahasa, Sulawesi Selatan dan Ujung Pandang.
Kandungan
alkaloid tanaman Kelor yang dapat menurunkan rasa nyeri akibat
rheumatik adalah kholkisin. Kolkisin mempunyai khasiat anti inflamasi
dan analgesik yang spesifik untuk encok dengan efek cepat yaitu 0,5
–2
jam setelah serangan akut. Daya kerjanya diperkirakan berdasarkan
hambatan phagositosis dari leukosit sehingga siklus peradangan
diputuskan, serta stabilisasi lisosom meningkat. Di samping itu
kholkisin juga berdaya anti mitotik, menghambat proses pembelahan sel
(mitosis), Ganiswara (1995).
Selain
kolkisin, Flavonoid juga diduga dapat menurunkan rasa nyeri
persendian akibat rheumatik, dengan aktivitas fisiologinya yaitu
inhibisi phosporilasi protein oleh protein kinase dalam netrophil
(bagian dari leukosit), yang diaktifkan oleh cAMP untuk merangsang
aktivitas metabolik. Menurut Tahupeiory (1996) flavonoid dan alkaloid
yang terdapat pada suatu tanaman mampu menghambat sintesis asam urat
dan mendegradasikannya.
Senyawa
alkaloid yang terkandung pada tanaman Kelor yang mampu menghambat
sintesis asam urat dan juga bersifat anti inflamasi adalah kholkisin.
Kholkisin menghambat aktivitas xanthin oksidase yang mendegradasikan
xanthin dan hipoxantin menjadi asam urat. Selain itu juga kholkisin
menurut Guyton (1987) memutuskan siklus peradangan dengan menghambat
phagositosis leukosit yang menyebabkan stabilisasi lisosom meningkat.
Pada
tahun 2008, Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Putra Universitas di
Malaysia, menerbitkan penelitian yang bertujuan untuk menguji apakah
Kelor memiliki aktivitas Antinociceptive dan Anti-inflamasi, seperti
halnya obat yang digunakan dalam pengobatan modern seperti NSAID (non
steroid anti-inflammatory drugs). Penelitian ini menemukan bahwa daun
Kelor
memiliki aktivitas zat antinociceptive dan anti-inflamasi, bahkan
dalam jumlah tinggi. Ini pun berarti bahwa benar Kelor digunakan
dalam pengobatan tradisional India sebagai pengobatan untuk Arthritis
dan Gout.
Efek
dari Kelor yang menekan enzim COX-2. enzim ini bertanggung jawab
untuk proses inflamasi dan nyeri. Biasanya obat yang digunakan untuk
menekan enzim ini adalah NSAID-seperti Voltaren, Nksin, Adoil,
Arcoxia, Kaspodll. Namun NSAID memiliki efek samping yang berbahaya
seperti resiko stroke, masalah ginjal, masalah pembuluh darah,
masalah perut dan banyak lagi. Kelor adalah pohon yang telah
digunakan sebagai makanan dan obat-obatan alami sepanjang sejarah,
yang berarti bahwa Kelor jauh lebih aman digunakan daripada NSAID
dengan efektivitas penyembuhan yang sama dan tanpa efek samping.
Saat
ini dengan kembali ke pengobatan alami dan herbal, Kelor menawarkan
solusi luar biasa untuk berbagai kondisi medis. Sebuah penelitian di
Indonesia menyimpulkan bahwa :
- Ekstrak daun Kelor (M. oleifera Lamk.) memberikan pengaruh terhadap kadar asam uratdarah mencit (Mus musculus)
- Konsentrasi ekstrak daun Kelor (M. oleifera Lamk.) yang efektif berpengaruh terhadap kadar asam urat darah mencit hiperurisemia adala konsentrasi 7,5 % dengan nilai sebesar 4,4 mg/dl. (Jumat Hadisasono, 2007).
2.7.
Tonik Penguat Jantung
Vitamin
untuk kesehatan jantung adalah vitamin tertentu yang memberikan
kontribusi
untuk kesehatan dan fungsi jantung secara keseluruhan, serta
membantu mencegah penyakit jantung dan masalah kardiovaskular
lainnya. Kelompok yang paling penting dari vitamin khusus untuk
kesehatan jantung adalah keluarga vitamin B. Vitamin ini melayani
fungsi tertentu yang secara signifikan dapat mengurangi risiko
terkena penyakit jantung.
Kelor
kaya dengan vitamin B, khusus nya asam folat, vitamin B 6 dan B12.
Semua vitamin itu bertanggung jawab untuk membantu tubuh
menghilangkan homosistein dari darah. Tingginya kadar homosistein
dapat menyebabkan kerusakan pada arteri. Daging merupakan sumber yang
baik dari vitamin B, itulah mengapa vegetarian memiliki tingkat
risiko peningkatan homocysteine yang berbahaya. Terutama, bila mereka
tidak cukup mengkonsumsi vitamin yang penting untuk kesehatan
jantung.
Banyak
hasil penelitian yang membuktikan bahwa asam folat dan vitamin B
lainnya mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Vitamin
B 3 dalam Kelor, yang dikenal lebih umum sebagai niacin, juga dapat
mengurangi kolesterol dalam konsentrasi tinggi. Selain itu, vitamin
jantung lainnya seperti Vitamin E dan Vitamin C dalam Kelor, bekerja
sama untuk mencegah penyakit jantung dan penyakit lain melalui
kemampuan antioksidannya.
Kelor
mengandung 36 antioksidan kuat yang menghilangkan limbah racun hasil
dari reaksi kimia dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk
membersihkan bahan kimia (radikal bebas) yang sangat reaktif yang
beredar dalam tubuh, sebelum menyebabkan kerusakan sel dan jaringan.
Kerusakan akibat racun dan radikal bebas yang beredar dalam tubuh
inilah yang diyakini menjadi pnyebab penyakit jantung, kanker dan p
enuaan
dini.
Kelor
mempertahankan posisi sentral dalam pengobatan allopathic dari
berbagai masalah jantung. Kelor mengandung glikosida jantung yang
digunakan di seluruh dunia untuk pengobatan gagal jantung dan
arrythmias, membantu meningkatkan kekuatan denyut jantung, dan
menormalkan tingkat tekanannya. Masalah jantung sering disebabkan
oleh adanya kekurangan suplai darah karena penyumbatan di arteri
koroner.
Obat
herbal seperti Kelor, memelihara jantung dengan cara yang lebih alami
dan hampir tanpa efek samping. Selain berlimpah vitamin, mineral dan
zat aktif yang secara bersama-sama memiliki kemampuan menguatkan
jantung, Kelor pun mengatasi penyebab penyakit jantung langsung dari
akar masalahnya.
The
Herbalist Medis mengakui Kelor menopang sistem kardiovaskular dan
dikenal sebagai kelompok cardiac remedies yaitu istilah umum untuk
herbal yang memiliki tindakan pada jantung. Kelor memiliki semua
senyawa alami yang diperlukan untuk menjaga jantung dalam jumlah
yang
berlimpah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar